Hampir tiga ribu orang memadati Festival Palestina ke-18 yang diselenggarakan oleh Forum Palestina di Inggris (PFB) di London, pada Sabtu (22/10). Acara tahun ini menampilkan politisi Irlandia terkemuka dan presiden kampanye “Hentikan Perang di Irlandia”, Richard Boyd. Dalam pidato yang meriah, ia menunjukkan asal-usul sejarah dan persamaan antara perjuangan kemerdekaan Irlandia dan Palestina. Boyd menegaskan dukungan gerakan solidaritas Irlandia yang bekerja untuk mengalahkan kolonialisme pemukim dan apartheid di Palestina. Peserta asing lainnya yang hadir termasuk penyanyi Kuwait Hammoud Al-Khadr, Kifah Zreiki dari Palestina, dan artis rap Palestina-Amerika Waheeb Naasan. Bersama mereka juga bergabung artis rap Inggris, Lowkey.
Direktur Festival, Adnan Hmidan, mengatakan kepada wartawan bahwa festival tersebut akan mengangkat slogan “Palestina ada di hatiku”. Ia menekankan adanya hubungan mereka dengan Palestina, terlepas dari jarak geografis. Dalam pidato pembukaannya, ketua PFB Zaher Birawi menegaskan bahwa festival tersebut membawa pesan khusus untuk pemerintah Inggris, “bahwa kami adalah bagian dari masyarakat Inggris, tetapi kami juga orang Palestina yang bermimpi untuk membebaskan tanah air kami dan kembali ke kota dan desa kami di Palestina.”
Dia menambahkan, “Adalah hak kami untuk bekerja untuk mencapai impian dan tujuan nasional kami. Kami tidak akan menerima upaya untuk membungkam dan mencegah kami mengungkap kejahatan dan praktik rasis pendudukan. Kami tidak akan pernah menerima keselarasan Inggris ini dengan aturan negara pendudukan yang mengorbankan hak, kebebasan, dan tanah air kami.” Birawi menekankan, “Tidak peduli berapa banyak kejahatan pendudukan meningkat, itu tidak akan menghalangi kami untuk menuntut hak-hak kami dan mendukung rakyat kami dan tanah air kami.”
Festival tahun ini memberikan penghargaan kepada mantan ketua Persatuan Mahasiswa Nasional (NUS) Shaima Dallali atas dukungannya yang luar biasa terhadap perjuangan Palestina dan komunitasnya di Inggris. Penerima penghargaan lainnya adalah pengacara hak asasi manusia terkemuka dan presiden Pusat Keadilan Internasional untuk Palestina (ICJP), Tayab Ali, Direktur Middle East Monitor (MEMO) Daud Abdullah, Ketua Kampanye Solidaritas Palestina (PSC) Profesor Kamel Hawwash, dan Anggota Parlemen Irlandia, Richard Boyd.
Selama acara berlangsung, hadirin mengheningkan cipta selama satu menit untuk arwah martir Palestina. Setelah itu, mereka dihibur oleh tarian tradisional Palestina, Dabkeh, oleh grup MEK dari Kafr Qassem dan Jaffa, serta penampilan anak-anak dari grup musik Yasmine al-Sham yang beranggotakan anak-anak Palestina, Mesir, dan Suriah di Inggris.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








