Kamis (20/10), pasukan Israel menyerbu Kota Jenin di Tepi Barat utara, membunuh Salah Al-Braiki yang berusia 19 tahun. Kematian Al-Braiki membuat jumlah warga Palestina yang terbunuh dalam sepuluh bulan terakhir menjadi sekitar 175. Seorang remaja Palestina lainnya meninggal karena luka yang diderita selama invasi dan yang lainnya terluka dengan luka tembak. Pada hari yang sama, Mohammad Fadi Naouri yang berusia 16 tahun terluka dengan peluru tajam di perut selama konfrontasi di pos pemeriksaan militer di permukiman ilegal Beit El, dekat Ramallah. Naouri, yang merupakan seorang siswa kelas 11, meninggal karena luka-lukanya pada Kamis pagi.
Di bawah kampanye besar-besaran yang disebut Operasi Break the Wave, Israel tidak hanya menargetkan anggota faksi tertentu, tetapi juga konfrontasi dengan kolonisasinya di Palestina. Dengan mengintensifkan penggunaan amunisi hidup, Israel telah melonggarkan kebijakan tembak-menembak sejak tahun lalu. Menurut data yang dikumpulkan oleh Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan, sebagian besar penduduk Palestina yang cedera akibat peluru tajam pada tahun ini, tertembak di Nablus, diikuti dengan Jenin dan Ramallah.
Ini menunjukkan bahwa, melalui operasi Break the Wave, Israel telah menargetkan siapa saja yang menghalangi ekspansi teritorial dan politiknya, bahkan terhadap jurnalis seperti Shireen Abu Akleh, yang terbunuh akibat tembakan di leher pada 11 Mei tahun ini di Jenin. Pembunuhan Al-Braiki pada Kamis juga terjadi pada saat yang sama ketika Komisi Penyelidikan PBB menemukan bahwa pendudukan Israel atas orang-orang Palestina adalah ilegal menurut hukum internasional.
Selama prosesi pemakaman Al-Braiki pada Jumat (21/10), warga Palestina meneriakkan dan menyerukan intervensi internasional segera untuk meminta pertanggungjawaban Israel. Namun, di tengah kekerasan yang bertujuan untuk mencegah warga Palestina dari konfrontasi, perlawanan tampaknya mendapatkan momentum. Hal ini muncul mengingat kecenderungan keraguan internasional dalam menyelesaikan masalah pendudukan Israel, serta keterlibatan dalam berlanjutnya pelanggaran terhadap warga Palestina.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








