Kementerian Kesehatan RI mencatat per Selasa (18/10), terdapat 206 anak yang didiagnosis mengalami gagal ginjal akut misterius atau acute kidney infection (AKI). Dari total kasus tersebut, 99 anak di antaranya meninggal dunia. “Tingkat kematian 48 persen. Angka kematian, khususnya di RSCM sebagai RS rujukan nasional ginjal, mencapai 68 persen,” terang Jubir Kemenkes dr. Mochammad Syahril dalam konferensi pers pada Rabu (19/10).
Kemenkes bersama BPOM masih terus melakukan penyelidikan penyebab gagal ginjal akut tersebut dengan meneliti sejumlah obat sirup yang dijual di pasaran. Ia juga memastikan bahwa pekan depan, hasil penelitian terkait dugaan penyebab terjadinya kasus gangguan ginjal akut di Indonesia, baru bisa diungkap ke publik.
Berikut merupakan sebaran kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal di Indonesia per Selasa (18/10):
- Aceh 18 kasus
- Sumatera Utara 8 kasus
- Sumatera Selatan 1 kasus
- Sumatera Barat 21 kasus
- Kepulauan Riau 3 kasus
- Jambi 3 kasus
- DKI Jakarta 40 kasus
- Banten 11 kasus
- Jawa Barat 40 kasus
- Jawa Tengah 1 kasus
- Jawa Timur 25 kasus
- Daerah Istimewa Yogyakarta 11 kasus
- Bali 17 kasus
- Nusa Tenggara Timur 1 kasus
- Kalimantan Barat 1 kasus
- Kalimantan Timur 1 kasus
- Kalimantan Selatan 1 kasus
- Sulawesi Selatan 1 kasus
- Papua 1 kasus
- Papua Barat 1 kasus
Sebelumnya, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengimbau masyarakat untuk menyetop penggunaan paracetamol cair. Kemenkes meminta toko obat untuk tidak menjual obat sirup. Imbauan itu disampaikan melalui surat edaran nomor SR.01.05/III/3461/2022. Imbauan itu menyusul temuan kasus ginjal akut di Gambia yang berkaitan dengan konsumsi obat mengandung etilen glikol. Badan Pengawas Obat Dan Makanan (BPOM) RI juga menetapkan aturan, semua produk obat sirup untuk anak maupun dewasa tidak diperbolehkan menggunakan Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). Namun, EG dan DEG dapat ditemukan sebagai cemaran pada gliserin atau propilen glikol sebagai zat pelarut tambahan. BPOM pun sudah menetapkan batas maksimal EG dan DEG pada kedua bahan tambahan tersebut sesuai standar internasional.
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Dante Saksono Harbuwono menyebut 15 dari 18 obat sirup yang diuji mengandung etilen glikol. Namun demikian, hingga kini belum ada daftar resmi terkait nama-nama obat yang dimaksud. Sementara itu, daftar 15 produk sirup obat disertai identifikasi bahan berbahaya telah beredar di sejumlah grup WhatsApp. Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Mohammad Syahril memastikan bahwa daftar nama obat dan identifikasi kandungan senyawanya adalah tidak benar. Ia menyebut, pemeriksaan laboratorium saat ini masih dilakukan.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







