Pasukan Israel pada Selasa malam (18/10) menahan seorang anak Palestina berusia 13 tahun saat dia sedang bermain dengan teman-temannya di Kamp Pengungsi Aida di utara Betlehem. Sang ayah, Munther Emera, yang juga seorang aktivis, mengatakan tentara Israel menahan putranya yang berusia 13 tahun, Mohammed, saat dia bermain dengan teman-temannya di gang sekitar tempat tinggalnya.
Perhimpunan Tawanan Palestina (PPS) melaporkan bahwa otoritas pendudukan Israel menawan 5300 warga Palestina sejak awal tahun ini, termasuk 111 perempuan, 620 anak di bawah umur, dan 1.610 lainnya di bawah penahanan administratif (17/10). Jumlah penahanan tertinggi tercatat di Al-Quds (Yerusalem) bagian timur, yaitu mencapai 2.353 orang, dan tingkat tertinggi tercatat pada April yang mencapai 1.228 kasus.
Tidak hanya menahan warga yang masih hidup, Israel juga telah menahan jenazah 22 warga Palestina yang terbunuh pada tahun ini. Delapan orang Palestina yang tewas berasal dari Jenin, lima dari Ramallah, tiga dari Al-Quds (Yerusalem) dan pinggirannya, dua dari Betlehem, dua dari Hebron, dan masing-masing satu dari Tulkarem dan Nablus. Secara total, Israel telah menahan jenazah 112 warga Palestina sejak 2016.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








