Terletak di dekat Pantai Mediterania, lingkungan Ajami yang bersejarah di Jaffa telah menjadi medan pertempuran antara Otoritas Tanah Israel (ILA) dan penduduk veteran Palestina di daerah itu. Sekitar 1.400 keluarga telah memperoleh perintah penggusuran dari Amidar, sebuah perusahaan perumahan umum yang pada masa lalu mengatakan hanya melakukan perintah dari ILA.
Sekitar 120.000 orang Palestina tinggal di Jaffa sebelum berdirinya “negara Israel” pada 1948. Namun, sebelum dan selama pendirian negara itu, orang-orang Palestina terpaksa melarikan diri atau diusir oleh pasukan paramiliter Zionis saat peristiwa Nakba. Akan tetapi, hingga hari ini masih ada sekitar 3.200 warga Palestina yang bertahan di Jaffa. Di bawah hukum Israel, properti yang ditinggalkan oleh warga Palestina yang melarikan diri saat Nakba dianggap tidak ada atau ditinggalkan dan berada di bawah kepemilikan ILA.
Banyak orang Palestina yang tinggal atau kembali ke Jaffa setelah tahun 1948 menandatangani perjanjian penting dengan Israel yang mengubah mereka dari pemilik rumah sebelumnya menjadi penyewa. Melalui Undang-Undang Penyewa yang Dilindungi yang diberlakukan pada 1972 dan berasal dari periode Mandat Inggris, penduduk Palestina pada awalnya membayar sejumlah besar untuk memiliki 60% rumah mereka sementara Israel mengendalikan 40% lainnya. Setelah itu, para penghuni menjadi penyewa terlindungi yang membayar sewa bulanan yang dikurangi secara signifikan kepada Amidar selama tiga generasi.
Akan tetapi, periode tiga generasi itu menyesatkan karena negara menganggap penyewa sebagai generasi pertama, pasangannya sebagai generasi kedua, dan anak mereka sebagai generasi ketiga. Sekarang dengan banyak penyewa generasi ketiga di atas usia 50 tahun dan harga rumah di Tel Aviv-Jaffa meroket, otoritas Israel mengetuk pintu penyewa, menuntut mereka membeli unit atau segera pergi.
Seperti Sheikh Jarrah, warga Palestina di Jaffa mengalami proses pengusiran yang lambat dan diperhitungkan. Namun, di Jaffa, pemerintah Israel tidak memberlakukan penggusuran ini kepada kelompok pemukim, tetapi berusaha untuk mendorong orang Palestina keluar untuk memberi ruang bagi orang Yahudi kaya dari luar negeri yang bersedia membayar harga tinggi untuk properti tepi laut.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







