Sada Social Center, sebuah kelompok pemantau media sosial yang berbasis di Ramallah, mengecam hasutan resmi Israel terhadap konten Palestina. Israel terus menargetkan dan memerangi konten Palestina dengan berbagai cara. Ini seperti pernyataan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz, bahwa ada lebih banyak aktivitas dan pekerjaan yang harus Israel lakukan di platform media sosial untuk mencegah dan membatasi konten Palestina.
Pusat tersebut mengungkapkan ketakutannya akan eskalasi tindakan keras terhadap jurnalis Palestina dan kebebasan media setelah pernyataan Gantz. Ini terjadi bersamaan dengan peristiwa serangan berturut-turut Israel di berbagai wilayah Palestina. Pembatasan terhadap media dan pers Palestina akan memengaruhi akses warga Palestina untuk mendapat informasi dan berita yang benar dan aktual. Pada gilirannya, ini dapat memengaruhi realitas dan keamanan mereka, serta melanggar hukum internasional dan hak untuk berekspresi, kata lembaga tersebut.
Sepanjang tahun ini, Sada Social telah memantau lebih dari 990 pelanggaran terhadap konten Palestina di platform media sosial. 49% di antaranya terhadap jurnalis dan akun media karena pendudukan Israel telah mengalokasikan anggaran besar untuk memerangi konten Palestina dan menekan administrasi platform media sosial untuk membatasi narasi Palestina, bahkan menghapus konten jurnalistik.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








