Koresponden Middle East Eye, Shatha Hammad, mendapat penghargaan dari Kurt Schork Awards dalam Jurnalisme Internasional untuk liputannya tentang pendudukan Israel di Tepi Barat. Penghargaan Reporter Lokal, yang diumumkan pada hari Kamis (13/10), diberikan sebagai penghargaan atas liputan Hammad tentang serangan terhadap warga sipil Palestina, yang seringkali membahayakan keselamatannya sendiri. Meera Selva, CEO Internews Eropa dan salah satu juri, mengatakan: “Kami telah melihat apa harga yang harus dibayar oleh jurnalis Palestina untuk meliput. Shatha Hammad telah berfokus untuk memberikan suara kepada mereka yang ada di lapangan.”
Menerima penghargaannya, Hammad mengatakan bahwa hal itu memberinya harapan dan motivasi untuk melanjutkan kerja jurnalimenya, serta penegasan bahwa pemberitaannya menjangkau dunia yang lebih luas. “Saya mencoba untuk fokus pada detail kehidupan sehari-hari warga Palestina,” katanya. “Kehidupan abnormal ini, yang selama bertahun-tahun mengalami penjajahan, telah menjadi normal dan rutin. Meskipun penghargaan ini penting pada tingkat profesional dan pribadi, penghargaan ini juga tertuju kepada warga Palestina yang berjuang di bawah ketidakadilan dan penjajahan, karena membuat suara mereka didengar.”
Hammad, yang telah bekerja untuk Middle East Eye sejak 2018, menghadapi bahaya dan rintangan setiap hari dari semua pihak, termasuk penahanan di pos pemeriksaan tentara Israel dan pelecehan dari pasukan yang bertindak atas nama Otoritas Palestina (PA). Karya yang diserahkan ke penghargaan termasuk laporan Hammad tentang kebangkitan perlawanan bersenjata di Jenin; desa Palestina al-Asayfer yang “terlupakan” dan terputus dari dunia luar oleh pasukan Israel; dan kematian pemuda Palestina Islam Burnat (16), yang ditembak oleh pasukan Israel.
Sebelumnya, pada 2020, Hammad telah memenangkan kategori Suara Baru di One World Media Awards. Lubna Masarwa, kepala biro MEE Al-Quds (Yerusalem), mengatakan, “Shatha Hammad mengidentifikasi masalah politik yang penting, kemudian melaporkannya melalui mereka yang terkena dampak, memberikan suara kepada orang-orang daripada politisi. Bekerja di sebuah desa dekat Ramallah, dia tidak hanya menulis tentang Tepi Barat dengan keseimbangan dan objektivitas, tetapi dia juga sangat terlibat di dalamnya.”
“Sebagai orang Palestina, dia tunduk pada pembatasan pergerakan dan kekacauan yang sama seperti warga Palestina lainnya. Dia tidak memiliki kekebalan dari halangan atau kekerasan, baik itu dari pasukan Israel atau PA. Ini juga sangat menantang bagi seorang perempuan Palestina untuk berkomitmen pada pekerjaan seperti itu. Tapi semua ini tidak menghentikan Shatha untuk melaporkan semua peristiwa di lapangan.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








