Jurnalis foto Palestina, Hosam Salem, dipecat oleh The New York Times karena dianggap mendukung perlawanan terhadap penjajahan Israel. Wartawan yang berbasis di Gaza tersebut merupakan pekerja lepas untuk outlet media Amerika sejak 2018, tetapi diberhentikan setelah kelompok pro-Israel menuduh Salem anti-Semitisme dan mengadukannya kepada NY Times.
Sejak bergabung dengan NY Times, Salem telah meliput berbagai peristiwa penting di Gaza, seperti protes mingguan di pagar perbatasan dengan Israel. Dia melakukan penyelidikan atas pembunuhan Israel terhadap perawat lapangan Razan Al-Najjar, dan agresi Israel Mei 2021 di Jalur Gaza, yang menewaskan sedikitnya 254 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, 39 wanita dan 17 orang tua.
Rincian pemecatannya diungkapkan oleh Salem sendiri di Twitter. Dia mengatakan bahwa keputusan untuk memecatnya dibuat berdasarkan laporan dari editor Belanda – yang memperoleh kewarganegaraan Israel dua tahun lalu – untuk situs web bernama Honest Reporting. Kelompok anti-Palestina adalah pendukung setia Israel dan sering menjajakan narasi palsu di media Barat tentang pelanggaran hak asasi manusia Israel.
Salem mengatakan bahwa berkas yang digunakan oleh NY Times untuk memberhentikannya adalah tulisannya di media sosial saat dia menyatakan dukungan terhadap perlawanan Palestina terhadap pendudukan Israel. “(padahal) tulisan saya yang disebutkan itu juga berbicara tentang ketahanan rakyat Palestina dan orang-orang yang dibunuh oleh tentara Israel–termasuk sepupu saya–yang digambarkan sebagai ‘teroris Palestina,'” kata Salem di Twitter. Salem mengklaim bahwa editor Belanda itu kemudian menulis sebuah artikel yang menyatakan bahwa dia telah berhasil memecat tiga jurnalis Palestina yang bekerja untuk NY Times di Jalur Gaza, atas tuduhan anti-Semitisme.
“Honest Reporting” tidak hanya berhasil mengakhiri kontrak saya dengan The New York Times, tetapi juga secara aktif mencegah kantor berita internasional lainnya untuk bekerja sama dengan saya dan dua rekan saya,” lanjut Salem, sambil memperingatkan terjadinya pembungkaman suara-suara Palestina. “Apa yang terjadi adalah upaya sistematis untuk mendistorsi citra jurnalis Palestina sebagai orang yang tidak bisa dipercaya hanya karena kami meliput pelanggaran hak asasi manusia yang dialami rakyat Palestina setiap hari di tangan tentara Israel.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








