Adalah, Pusat Hukum Hak Minoritas Arab di Israel dan pengacara Khaled Zabarqa pada Senin (3/10) mengajukan mosi ke Mahkamah Agung Israel dan meminta izin untuk mengajukan banding. Mereka menentang keputusan pengadilan Israel untuk menolak pembebasan segera Ahmad Manasra, yang ditangkap oleh Israel pada tahun 2015 di Al-Quds (Yerusalem) ketika dia baru berusia 13 tahun.
Pada 1 September 2022, Pengadilan Distrik Beersheba menegaskan penolakan komite pembebasan bersyarat penjara Israel untuk meninjau permintaan Manasra agar mendapat pembebasan segera. Mosi ini diajukan, mengingat situasi kesehatan mental dan medis Manasra yang memburuk. Hal ini disampaikan oleh pengacara Adalah, Nareman Shehadeh-Zoabi dan Adi Mansour yang bekerja sama dengan Zabarqa.
Pada 2015, Ahmad Manasra yang saat itu berusia 13 tahun, bersama sepupunya Hassan Manasra ditangkap oleh otoritas Israel. Mereka dituduh melakukan penusukan di permukiman Pisgat Ze’ev di Tepi Barat. Menurut dokumentasi video dari tempat kejadian: “Sepupu Manasra, Hassan, yang berusia 15 tahun, ditembak mati oleh seorang warga sipil Israel, sementara Ahmad dipukuli habis-habisan dan dilindas oleh seorang pengemudi Israel. Ia menderita patah tulang tengkorak dan pendarahan internal.” Sebuah video lain menunjukkan Ahmad Manasra berdarah di tanah dan terengah-engah meminta bantuan dan orang-orang Israel berteriak dan memaki bocah itu, menyuruhnya ‘mati’. Video lain memperlihatkan Manasra menjalani interogasi Israel yang sangat keras.
Ketika Manasra mencapai usia hukum, ia didakwa dengan percobaan pembunuhan dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara, yang kemudian dikurangi menjadi 9,5 tahun setelah banding ke Mahkamah Agung Israel. Dia telah ditahan di sel isolasi untuk waktu yang lama, dan kesehatan mentalnya sangat memburuk. Menurut pendapat medis profesional, kondisi Manasra membutuhkan perhatian segera di luar penjara. Namun demikian, Komite Pembebasan Bersyarat Israel memutuskan untuk tidak meninjau kasusnya.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








