Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, yang menewaskan lebih dari 125 penonton sepakbola menjadi sebuah bencana yang mengerikan bagi Indonesia, khususnya pecinta sepak bola. Tragedi tersebut terjadi pada Sabtu malam (1/10) setelah Arema FC selaku tuan rumah dikalahkan Persebaya dengan skor 2-3. Beberapa saat setelah pertandingan selesai, suporter berbondong-bondong masuk ke lapangan, sementara pihak keamanan mencoba mengamankan situasi dengan menembakkan gas air mata ke bagian bawah pagar pembatas. Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengatakan aparat akhirnya menggunakan gas air mata karena tindakan penonton anarkis dan dianggap membahayakan keselamatan.
FIFA sebagai induk sepak bola dunia sebenarnya sudah tegas melarang penggunaan gas air mata pada pertandingan sepak bola. Hal itu tertuang dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations Pasal 19 poin B tentang pengawasan penonton yang menyatakan bahwa tidak diperbolehkan memakai gas air mata dan cerawat. Nahasnya, asap gas air mata yang mereka lontarkan mengarah ke tribun dan mengepul di sisi selatan. Asap tersebut disinyalir menjadi penyebab suporter mengalami sesak napas dan pingsan, hingga memakan korban jiwa. Terlebih karena situasi yang tidak terkendali menyebabkan suporter berlarian keluar dan mengakibatkan banyak orang terinjak-injak.
“(Lalu) Mereka pergi keluar di satu titik, di pintu 10, kemudian terjadi penumpukan. Di dalam proses penumpukan itulah suporter mengalami kurang oksigen. Pertolongan diberikan oleh tim medis di lapangan, korban juga dievakuasi ke rumah sakit” terang Nico Afinta.
Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan bahwa total korban yang meninggal dan terluka akibat tragedi Kanjuruhan mencapai 448 orang. “Hasil akhir dari korban yang sudah diverifikasi semua pihak termasuk Polri dan penyelenggara ada 448 korban,” kata Muhadjir usai rapat koordinasi di Pendopo Panji, Kepanjen, Malang, Senin (3/10), dikutip detikcom.
Berdasarkan laporan sport.detik.com, Tragedi Kanjuruhan merenggut hingga 174 korban jiwa (jumlah ini masih diverifikasi karena diperkirakan terdapat data ganda-red). Tewasnya ratusan penonton di Stadion Kanjuruhan menjadi berita duka sepakbola nasional hingga internasional. Pesan duka cita Tragedi Kanjuruhan disampaikan dari berbagai pihak di dunia, salah satunya klub sepakbola internasional, seperti Arsenal, Manchester United, FC Barcelona, dan lain-lain. FIFA juga menunjukkan rasa duka cita dan simpati untuk Tragedi Stadion Kanjuruhan lewat pengibaran bendera setengah tiang di markas mereka di Swiss. Lewat akun resmi mereka, FIFA menunjukkan deretan bendera yang dikibarkan setengah tiang. Bendera-bendera negara anggota FIFA dan bendera konfederasi terdapat dalam jajaran bendera yang dikibarkan setengah tiang tersebut.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








