Ulama berpengaruh asal Mesir, Sheikh Yusuf al-Qaradawi telah meninggal pada usia 96 tahun, sebagaimana diumumkan di akun media sosial resminya pada Senin (25/9). Al-Qaradhawi adalah pendiri dan mantan ketua Persatuan Cendekiawan Muslim Internasional antara 2004 hingga 2018.
Sheikh Al-Qaradawi meninggal di Qatar, tempat pengasingannya setelah militer Mesir melakukan kudeta pada 2013. Selama bertahun-tahun saat tinggal di pengasingan, ia memiliki acara bincang-bincang popular “Shariah and Life” di jaringan Al-Jazeera Qatar, menawarkan saran dan nasihat mengenai topik politik global, isu kontemporer lainnya, juga aspek kehidupan sehari-hari dari sudut pandang Islam.
Kemangkatan ulama besar tersebut telah memicu reaksi kesedihan yang luas di kalangan umat Islam di seluruh dunia. Orang-orang meramaikan media sosial untuk mendoakan kebaikan baginya, terutama atas kontribusinya dalam keilmuan. Jamal El-Shayyal dari Al-Jazeera, mengatakan bahwa Sheikh al-Qaradawi menulis lebih dari 120 buku dan lebih dari 50—60 publikasi lain yang dijadikan rujukan oleh sebagian besar komunitas muslim global.
“Dia mungkin adalah cendekiawan muslim internasional yang dimiliki Islam di zaman modern – mungkin satu-satunya yang paling berpengaruh karena dia tidak membatasi ajarannya pada bagian tertentu dari Islam,” katanya. “Al-Qaradawi sering berbicara tentang isu-isu modern, termasuk segala sesuatu mulai dari “pemilihan umum dan demokrasi hingga masalah keadilan sosial,” tambah El-Shayyal.
Lahir pada 1926, ketika Mesir masih di bawah kekuasaan kolonial Inggris, Al-Qaradhawi menggabungkan pendidikan agama dengan aktivisme anti-kolonial selama masa mudanya. Aktivitasnya melawan pendudukan Inggris dan afiliasinya dengan organisasi pergerakan Islam di Mesir menyebabkan penangkapannya beberapa kali selama tahun 1950-an.
Sheikh al-Qaradawi pindah ke Qatar pada awal 1960-an ketika diangkat menjadi Dekan Fakultas Syariah di Universitas Qatar dan kemudian diberikan kewarganegaraan Qatar. Ibrahim Salah Al-Nuaimi, ketua pusat internasional untuk dialog antaragama Doha, menggambarkan Qaradawi sebagai “cendekiawan besar dan moderat”.
“Dia bekerja erat dengan banyak perwakilan dari agama yang berbeda untuk menyatukan harmoni dan untuk benar-benar menghentikan pidato kebencian” yang kadang-kadang akan muncul di antara agama yang berbeda,” kata Al-Nuaimi..
Salah satu karya awal yang terkenal adalah buku Fikih Zakat yang pertama kali terbit pada 1973. Al-Qaradhawi juga berusaha untuk menafsirkan kembali aturan sejarah hukum Islam untuk lebih mudah mengintegrasikan masyarakat muslim dalam masyarakat nonmuslim.
اللهم اكرم نزله ووسع مدخله واغسله بالماء والثلج والبرد ونقه من الذنوب كما ينقى الثوب الأبيض من الدنس و ارحمه رحمة واسعة واجعله من ورثة جنة النعيم
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







