Bentrokan terjadi di dalam dan di sekitar Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) Timur pada Senin (26/9). Puluhan pemukim Israel menyerbu halaman masjid pada kesempatan liburan Tahun Baru Yahudi (Rosh Hashanah). Saksi mata mengatakan bahwa banyak petugas polisi Israel dikerahkan di halaman Al-Aqsa dan di atap Masjid Qibly, serta membiarkan pemukim ilegal menyerbu masjid melalui Gerbang Mughrabi.
Kelompok sayap kanan Israel telah menyerukan serangan besar-besaran ke Masjid Al-Aqsa pada hari libur Rosh Hashanah, yang dimulai pada Senin. Sementara itu, organisasi dan aktivis Palestina telah menyerukan kepada orang-orang untuk bersiaga di masjid sejak Minggu hingga Selasa. Teriakan “Allahu Akbar!” bergema di sekitar halaman sebagai tanggapan perlawanan atas provokasi pemukim.
Laporan lokal mengatakan bahwa polisi menyerang jamaah Muslim dan memaksa mereka untuk pergi. Puluhan pemuda Palestina akhirnya menunaikan salat Subuh di gerbang luar masjid karena polisi membatasi mereka masuk ke dalam. Setidaknya lima warga Palestina telah ditangkap, dan bentrokan telah terjadi antara pemuda Palestina dan petugas polisi di daerah Bab Al-Asbat dan Bab Al-Amud di Kota Tua.
Polisi Israel mengeluarkan pernyataannya sendiri: “Di bawah kepemimpinan komandan Brigade Yerusalem, polisi terus fokus di kawasan Kota Tua sebagai bagian dari persiapan intensif untuk Rosh Hashanah. Tadi malam, sejumlah pemuda membarikade diri di masjid, dan pada pagi hari, dengan dimulainya kunjungan [pemukim], mereka mulai menembakkan kembang api dari waktu ke waktu. Dua orang pria ditangkap karena “melempar batu” ke polisi. Polisi mengklaim bahwa status quo harus dipertahankan di “Kuil”, sehingga ibadah muslim dan kunjungan ke situs oleh jamaah dan turis Yahudi dapat terus berlanjut.”
Otoritas Palestina mengutuk pasukan Israel dan pemukim yang menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa. “Penyerbuan masjid oleh polisi pendudukan dan pemukim masuk dalam kerangka eskalasi Israel terhadap orang-orang Palestina, tanah mereka, dan tempat-tempat suci mereka,” kata juru bicara PA Nabil Abu Rudeineh dalam sebuah pernyataan. “Kami memperingatkan bahwa kelanjutan dari praktik ini akan mengarah pada ledakan situasi dan lebih banyak ketegangan dan kekerasan.” Abu Rudeineh menambahkan bahwa dia menganggap pemerintah Israel bertanggung jawab penuh atas “eskalasi berbahaya ini dan segala akibat yang mengikutinya.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







