Selama pekan pertama pada September tahun ini, kebakaran di Hutan Amazon, Brazil, lebih sering terjadi daripada setahun sebelumnya. Sementara itu, pada Agustus, Amazon mengalami kebakaran terburuk dalam satu dekade. Kebakaran bukan terjadi secara alami dari ekosistem basah Amazon, melainkan karena proses deforestasi. Tidak hanya sangat ilegal, namun deforestasi di Amazon telah memicu kehancuran hutan hujan terbesar di dunia ini.
Daerah yang mengalami deforestasi secara ilegal seringkali sengaja dibakar untuk mengubah hutan secara permanen menjadi padang rumput. Kebakaran ini kadang-kadang menyebar ke luar wilayah hutan yang akan “dibuka” sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih besar. Pada bulan lalu, kebakaran hutan juga membakar lahan pertanian masyarakat yang cukup luas di Terra Nossa. Selain itu, sebagian hutan lindung di sekitarnya juga ikut rusak terbakar. Selain kehilangan mata pencaharian, warga Terra Nossa sangat tersiksa dengan asap tebal yang menyelimuti rumah mereka dan percaya bahwa pembakaran itu dilakukan untuk menggusur paksa beberapa keluarga dan mengambil alih tanah mereka.
Selama empat tahun terakhir, kebijakan-kebijakan pemerintah telah melemahkan lembaga penegak hukum lingkungan sehingga ikut melemahkan pemberian sanksi terhadap pelaku kejahatan lingkungan dan juga lambat dalam mendeteksi ekspor kayu ilegal. Penduduk Terra Nossa adalah korban dari kelambanan tindakan atas kejahatan lingkungan dan kekerasan terhadap pembela hutan. Meskipun penduduk Terra Nossa telah berulang kali mengecam pembalakan liar dan kebakaran di wilayah mereka, pemerintah malah berbalik badan, menyalahkan dan mengklaim bahwa para peternak menduduki tanah di sana secara ilegal.
Pada 2018, seorang warga Terra Nossa terbunuh, dan seorang lainnya menghilang setelah mereka mengumumkan rencana untuk melaporkan kejahatan lingkungan kepada pihak berwenang. Sejak itu, korban lain berjatuhan, termasuk pemimpin serikat pekerja petani setelah ia mengumumkan rencana untuk melaporkan pembalakan liar. Para tokoh masyarakat telah berulang kali menerima ancaman pembunuhan sejak itu.
Bisnis multinasional yang mendapatkan komoditas mereka dari peternak dan penebang yang beroperasi secara ilegal, mendapat manfaat dari krisis impunitas ini. Investigasi oleh organisasi non-pemerintah dan kantor berita telah mengungkap bagaimana upaya untuk melegalkan daging sapi, kulit, dan kayu Brasil yang bersumber dari operasi ilegal di Amazon, yang bahkan diekspor ke seluruh dunia.
Komunitas internasional harus mengakhiri partisipasinya dalam penghancuran ini dengan cara mengadopsi undang-undang untuk membatasi impor komoditas pertanian yang terkait dengan deforestasi dan pelanggaran hak, serta menegakkan aturan secara ketat.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








