Pengadilan Israel pada Kamis (1/9) memutuskan untuk mengklasifikasikan kasus tawanan Ahmad Manasra, 20, sebagai “terorisme”. Menurut Masyarakat Tawanan Palestina (PPS), hal ini mengurangi kesempatannya untuk mendapat pembebasan lebih awal.
Pengadilan pendudukan menolak banding dari tim pembela Manasra untuk membatalkan klasifikasi anggapan percobaan penusukan yang dilakukan Manasra ketika berusia 13 tahun pada 2015, sebagai kasus “terorisme”. PPS mengatakan bahwa pengadilan tidak mempertimbangkan situasi kesehatan mental Manasra dengan menyatakan bahwa kesehatan dan kondisi psikologisnya tidak cukup serius untuk segera dibebaskan.
Dengan menetapkan klasifikasi tindakannya sebagai “terorisme”, tim pembela tidak akan memperoleh izin untuk menyerahkan berkasnya ke komite pembebasan untuk pembebasan awal setelah menyelesaikan dua pertiga masa hukumannya.
Persidangan Manasra dihadiri oleh diplomat Uni Eropa (UE), yang kemudian mengatakan dalam sebuah tweet bahwa mereka sangat prihatin dengan kesehatan mental Ahmad Manasra yang terus ditahan di sel isolasi yang bertentangan dengan standar PBB. “Sangat penting bagi Ahmad untuk menerima perawatan kesehatan dan konseling yang diperlukan,” kata UE.
Manasra dipukuli secara brutal oleh pejalan kaki Israel setelah tindakannya dan kemudian disiksa selama interogasi setelah penangkapannya meskipun usianya masih sangat muda. Ia mengalami cedera kepala yang memengaruhi kesehatan mentalnya. Dia kemudian dijatuhi hukuman 12 bulan penjara, kemudian pada 2017 divonis menjadi sembilan setengah tahun penjara. Keluarganya sangat mengkhawatirkan kesehatan Manasra karena dia tidak dapat mengenali keluarganya ketika bertemu di pengadilan.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







