Yayasan Komunikasi dan Media Thuraya bekerja sama dengan Pusat Inisiatif Strategis Palestina_Malaysia, pada hari Selasa (30/8), menerbitkan buku “Narasi Perang Melalui Mata Anak-Anak Gaza”, yang mendokumentasikan kejahatan Israel terhadap anak-anak selama agresi 2014. Peluncuran buku dilakukan dalam sebuah upacara yang diselenggarakan oleh dua lembaga di Kota Gaza, di hadapan sejumlah pusat studi dan hak asasi manusia, profesor dan penulis universitas, serta para pemuda dan aktivis di media sosial.
Buku yang dicetak dalam bahasa Arab dan Inggris ini membahas tiga bagian utama, yaitu:
- Hak anak atas perlindungan hukum di masa perang;
- Kumpulan cerita dan kesaksian lebih dari 40 anak yang menderita selama perang, baik dari cedera, kehilangan atau pemindahan dari rumah;
- Efek psikologis perang.
Penerbitan buku itu bertepatan dengan ulang tahun kedelapan agresi Gaza pada tahun 2014. Agresi itu telah memakan banyak korban, yaitu: 2.232 orang Palestina terbunuh, termasuk 578 anak-anak, 11.000 terluka, 3.303 di antaranya cacat permanen, dan menjadikan 2.000 anak yatim piatu. Melalui buku tersebut, Yayasan Al-Thuraya bekerja untuk mengungkap wajah Israel yang sebenarnya kepada dunia. Mereka berterima kasih kepada Pusat Inisiatif Strategis Palestina-Malaysia atas pendanaan mereka terhadap buku ini, yang sempat terhenti penerbitannya selama 7 tahun.
Wafaa Al-Adini, kepala unit media asing di Yayasan Al-Thuraya, mengatakan bahwa setengah dari penduduk Jalur Gaza adalah anak-anak. Mereka harus mendapatkan ruang yang cukup untuk berbicara tentang penderitaan mereka, untuk dapat berbicara tentang harapan dan aspirasi mereka. Al-Adini berharap agar buku ini tidak menjadi yang terakhir yang berbicara tentang penderitaan anak-anak Gaza, yang masih terus berada di bawah pengepungan dan perang berturut-turut di Jalur Gaza sejak 2008 hingga sekarang.
Nour Al-Yaqoubi, juru bicara Pusat Inisiatif Strategis Palestina-Malaysia, menegaskan bahwa pusat menyambut baik proyek tersebut, percaya akan pentingnya mengungkap kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina, terutama anak-anak. Dia mengatakan bahwa Israel masih menyebarkan cerita menyesatkan bahwa tentara mereka telah mematuhi standar moral dalam pertempuran dan tidak membahayakan warga sipil juga anak-anak yang tidak berdaya. Israel memanfaatkan semua kemampuan untuk menutupi kejahatannya dan mendapatkan simpati global melalui narasi palsu. Di sisi lain, media Palestina masih kekurangan pengembangan media yang mendokumentasikan kejahatan Israel tersebut.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







