Kementerian Kesehatan di Gaza mengumumkan, pada hari Rabu (31/8), bahwa blokade Israel yang masih terus berlanjut telah merampas 50% hak pengobatan pasien di Jalur Gaza. Dalam sebuah konferensi pers pada acara “Selamatkan Pasien Gaza”, mereka mengumumkan bahwa akibat blokade, Gaza telah kekurangan 40% obat-obatan esensial, 32% bahan medis habis pakai, dan 60% laboratorium serta persediaan bank darah.
Mereka menambahkan, “Menurut laporan PBB, 1.922 pasien tidak dapat mencapai rumah sakit khusus di Tepi Barat, Al-Quds (Yerusalem), dan daerah Palestina lainnya secara tepat waktu akibat penundaan dan penolakan izin Israel.”
Sementara itu, sebanyak 371 pasien telah meninggalkan Jalur Gaza untuk perawatan tanpa pengawalan. Jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak April lalu. Banyak diantara pasien tersebut telah menjadi sasaran pelecehan dan penyelidikan oleh Israel, tanpa memperhitungkan kondisi kesehatan mereka yang parah, bahkan ada yang harus kehilangan nyawa sendirian dalam kondisi tidak manusiawi.
Kementerian menjelaskan: “pasien dengan kanker dan penyakit jantung menghadapi nasib buruk karena penundaan izin keluar oleh Israel selama berbulan-bulan, yang menyebabkan beberapa pasien telah meninggal sejak awal tahun ini.”
Selain itu, menurut kementerian, Israel juga mencegah masuknya barang-barang yang diperlukan bagi rumah sakit di Gaza, antara lain: 21 mesin x-ray diagnostik dan suku cadang yang diperlukan untuk 87 alat kesehatan yang rusak.
Kementerian Kesehatan menganggap Israel bertanggung jawab penuh atas kehidupan pasien Gaza. Mereka menuntut dunia internasional untuk menekan Israel agar mengakhiri pengepungan di Gaza.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








