Inshirah Al-Madani (16) adalah korban dari penundaan sistematis Israel yang sewenang-wenang. Dia masih menunggu persetujuan untuk menyelesaikan pengobatan kankernya setelah didiagnosis tumor di kepala dan matanya pada 2014. Gadis itu sangat perlu untuk melakukan perjalanan ke Tepi Barat untuk melakukan pengobatan, tetapi Otoritas Israel melarangnya mengakses perawatan melalui perbatasan Erez. Penundaan ini hanya akan menyebabkan kondisinya semakin memburuk.
“Dokter mengatakan bahwa kanker telah menyebar,” kata Samah, ibunya, seraya menambahkan bahwa kesehatan putrinya telah memburuk hingga dia sekarang kehilangan penglihatan di matanya. “Tidak adanya pengobatan memadai dan kebutuhan medis hingga USD 50.000 bagi putri saya, telah memperburuk kondisinya,” kata Samah. “Saya meminta semua orang yang bertanggung jawab untuk membantu putri saya sebelum terlambat.”
Inshirah mengimbau masyarakat internasional untuk membantunya dan pasien Palestina lainnya dalam mengakses perawatan medis yang mereka butuhkan. Ia mengatakan, “Saya bermimpi untuk menyelesaikan sekolah dan melanjutkan ke universitas. Saya tidak ingin menjadi pasien Gaza berikutnya yang meninggal.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







