Sejarawan dan pemikir Al-Quds (Yerusalem)-Yordania, Muhammad Hashem Ghosheh (50 tahun) meluncurkan 3 buku spesifik tentang Masjid Al-Aqsa dan Al-Quds, sehingga total buku yang dia tulis menjadi 74 buku. Buku-buku yang ia garap sendiri sejak 2008 hingga tahun ini diterbitkan dalam bahasa Arab dan Inggris dengan total halaman 1.100 halaman. Seorang pemikir Islam Washington, Safi Qasqas menggambarkannya sebagai “kemenangan akademis bagi Al-Quds (Yerusalem).”
Melalui wawancara eksklusif dengan Al-Jazeera Net, sejarawan Ghosheh mendaftarkan judul buku barunya, yang pertama berjudul Harta Karun Masjid al-Aqsa. Buku tersebut mencakup dokumentasi fotografi dan penelitian yang belum pernah ada sebelumnya dengan spesifikasi internasional mengenai kekayaan arkeologi di Al-Aqsa. Buku kedua, The Qashani of Jerusalem, mendokumentasi ubin faience (keramik Ottoman atau Iznik) yang menutupi Kubba as-Sakhrah pada abad ke-16.
Ghosheh menegaskan bahwa buku ini adalah yang pertama dari jenisnya, karena merupakan dokumentasi yang komprehensif dari bangunan-bangunan dan museum Al-Quds, Kubba as-Shakhrah, juga ubin Kutahya di Biara Armenia di Kota Tua, Al-Quds. Mosaik Kubba as-Shakhrah adalah judul buku ketiga, yang mencakup detail menakjubkan dengan dokumentasi bergambar. Buku tersebut menjelaskan 1.800 meter persegi mozaik berlapis emas yang dibuat pada masa Umayyah dan Fatimiyah, yang menghiasi kursi, dinding, dan interior dinding segi delapan.
Ghosheh terdaftar dalam “Guinness Book of Records” sebagai sejarawan termuda di dunia ketika ia mengklasifikasikan buku pertamanya pada usia 15 tahun, berjudul Yerusalem yang Agung Sepanjang Sejarah. Pada usia 17 tahun, ia juga menerima penghargaan dari Organisasi Ibukota dan Kota Islam dalam bidang arsitektur dan perencanaan kota, sebuah penghargaan arsitektur tertinggi yang diberikan di dunia Islam pada saat itu.
Buku Ghosheh yang paling terkenal adalah Pleistnica, yang merupakan ensiklopedia pertama tentang Palestina dalam bahasa Inggris. Buku tersebut terbit pada 2019 dalam 24 volume, mencakup 7.000 halaman dan 30.000 dokumen, peta, prasasti, serta dokumen yang dilukis dan diilustrasikan, yang sebagian besar termuat dalam manuskrip atau dicetak sebelum abad ke-19. Ensiklopedia tersebut diterbitkan oleh berbagai penerbit di dunia, dan Pangeran Hassan bin Talal menggambarkannya sebagai “salah satu pencapaian akademis terpenting di Palestina pada abad terakhir.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








