Jaksa Penuntut Negara Israel telah menutup kasus pemukim Israel yang menikam seorang penduduk Palestina berusia 27 tahun hingga tewas di Salfit, Tepi Barat. Dalam sebuah pernyataan yang rilis pada Sabtu (27/8), pihak pengadilan mengklaim bahwa “setelah meninjau bukti dalam kasus ini, termasuk pernyataan dari orang yang terlibat dalam insiden itu, kami ambil keputusan untuk menutup kasus karena klaim pembelaan diri tidak dapat dikesampingkan.”
Kelompok pemukim yang membunuh Ali Hassan Harb menyerang tanah keluarga yang berbatasan dengan permukiman Israel Ariel, juga membongkar rumah kayu milik keluarganya di sana. Kematian Ali diselidiki oleh agen mata-mata domestik Israel, Shin Bet dan Unit Kejahatan Nasionalis Polisi Israel. “Bahkan jika pengadilan memutuskan untuk menutup kasus ini, kami akan pergi ke Mahkamah Agung, kemudian ke Pengadilan Kriminal Internasional,” kata paman korban, Naim Harb, kepada Al-Jazeera. “Kami akan terus berusaha sampai harapan terakhir, sampai nafas terakhir, sampai pembunuh dan pemerintah ini dihukum. Kami tidak akan membiarkan mereka.”
Hukuman bagi pemukim dan tentara Israel jauh lebih ringan daripada untuk penduduk Palestina, termasuk terhadap anak di bawah umur yang melempar batu. Meski tidak ada kerugian atau kerusakan, anak-anak Palestina tetap menghadapi hukuman hingga 20 tahun penjara. Kelompok HAM Israel, Yesh Din, yang mewakili keluarga Harb, mengkritik keputusan untuk menutup kasus tersebut, dengan mengatakan penyelidikan “dilakukan dalam dua bulan, dengan taktik menakut-nakuti dan ancaman terhadap keluarga dan saksi. Pengakuan tersangka bertentangan dengan pernyataan yang diberikan dari para saksi.”
Ali meninggal ketika tiba di Rumah Sakit Martir Yasser Arafat di Salfit, kata Kementerian Kesehatan. Selain itu, saksi mata mengatakan bahwa tentara Israel di daerah itu telah “melindungi para pemukim dan mencegah penduduk Palestina menolong Harb selama satu jam, menyebabkan dia mati kehabisan darah.”
Ahmad Harb, yang menyeret tubuh keponakannya menjauh dari tempat kejadian, mengatakan, “Tentara, penjaga permukiman, polisi, mereka semua ada di sana. Mereka menyaksikan saat dia ditikam dan kemudian mencegah kami untuk menolongnya selama 20 menit,” kata Ahmad. Serangan pemukim terhadap properti Palestina telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir, dengan pasukan pendudukan melindungi para penyerang dan menangkap penduduk Palestina yang melindungi tanah mereka.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







