Para seniman Palestina mengatakan bahwa sebuah gambar bernilai seribu kata. Inilah yang kemudian mendasari mereka untuk menceritakan tragedi perang dan kisah kehidupan serta impian rekan mereka, seniman Doniana Al-Amour. Doniana telah menjadi martir dalam agresi baru-baru ini di Jalur Gaza. Para seniman Palestina melukis di kamar Al-Amour, yang di dalamnya masih terserak lukisan-lukisannya dan puing-puing batu akibat rudal yang menargetkannya. Para seniman ini ingin kamar rekannya menjadi jendela untuk menyoroti sejauh mana kejahatan yang Israel lakukan terhadap penduduk sipil di Gaza.
Husam Shehadeh, Direktur Pusat Budaya yang menggagas hal tersebut, mengatakan: “Kami di Asosiasi Kebudayaan dan Pengetahuan, serta melalui pusat budaya, berupaya menyoroti pentingnya seni dan sastra sebagai salah satu alat perlawanan. Juga pentingnya untuk mengirim pesan melalui media artistik dan kreatif.”
Salah satu seniman, Aisha Al-Agha, mengatakan bahwa pertemuan seniman dari Pusat Kebudayaan untuk melukis di rumah Doniana adalah kesempatan untuk menginformasikan kepada dunia tentang kebrutalan Israel terhadap Palestina. Para seniman menyampaikan penindasan Israel terhadap orang-orang di Gaza, Al-Quds (Yerusalem), dan Tepi Barat melalui media seni yang pesannya dapat tersampaikan dengan sangat kuat. Al-Agha menambahkan, “Israel mengakhiri karir artistik Amour, dan mencegahnya menyampaikan pesannya melalui kuas dan warnanya lagi. Akan tetapi, kami akan melanjutkan mimpinya, dan kami akan menyelesaikan lukisan-lukisannya yang belum selesai.”
Seniman lain yang berpartisipasi, Abdullah Al-Akkawi, melukis wajah Doniana, yang kemudian dibungkus dengan kain kafan dengan mawar di sebelahnya. Dia berkata, “Doniana ingin mengatakan melalui kuasnya bahwa kematian bukanlah angka. Dia adalah gadis yang penuh impian dan mencintai kehidupan. Di sini, kami mencoba untuk melengkapi lukisan-lukisannya yang hancur oleh mesin perang Israel.”
Ali Al-Shanna, koordinator kegiatan komunitas di Pusat Kebudayaan dan koordinator acara, menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menekankan pentingnya alat ekspresi seperti seni, musik, dan sastra, dalam upaya untuk menyampaikan suara mereka yang terbungkam oleh rudal Israel.
Sumber:
http://www.womenfpal.com/news/2022/8/25/من–بيت–الشهيدة–الفنانة–دنيانا–العمور–فنانون–يعيدون–احياء–المشهد
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








