Pada Selasa (23/8), Israel melarang penduduk Desa Jinba dan Al-Markaz, serta komunitas Badui di Masafer Yatta, di Perbukitan Hebron Selatan, untuk keluar masuk desa. Israel telah mengisolasi mereka dari dunia luar, menurut seorang aktivis lokal.
Aktivis dari Komite Anti-permukiman di selatan Hebron, Ratib Jabour, mengatakan bahwa Israel mengintimidasi orang-orang di komunitas untuk tidak meninggalkan atau memasuki desa. Juga mengancam akan menjatuhkan hukuman kepada siapa pun yang tidak mematuhi aturan , bahkan dikenakan denda.
Untuk mencegah adanya aktivitas keluar masuk di daerah tersebut, Israel menyita kendaraan milik penduduk.
Israel telah memberlakukan pos pemeriksaan dan penutupan jalan di Masafer Yatta sejak Pengadilan Tinggi Israel memberikan lampu hijau kepada Israel pada Mei lalu untuk menghancurkan komunitas tersebut. Keputusan ini akan berdampak kepada pengusiran lebih dari 1000 penduduk Masafer Yatta dengan dalih mengubah daerah itu menjadi zona pelatihan militer.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








