Israel melakukan 479 pelanggaran terhadap jurnalis Palestina selama paruh pertama tahun 2022, ungkap Sindikat Jurnalis Palestina (PJS) dalam sebuah laporan. “Tentara dan pasukan keamanan Israel bertanggung jawab atas setidaknya 479 pelanggaran hak media dan jurnalis di Palestina selama paruh pertama tahun 2022, termasuk pembunuhan koresponden Al Jazeera Shireen Abu Akleh,” kata laporan itu.
Di antara pelanggaran yang didokumentasikan oleh PJS adalah penahanan jurnalis dan pencegahan liputan, sebanyak 175 kasus. PJS juga mendokumentasikan 80 kasus serangan fisik oleh pasukan Israel dan 65 kasus serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel. Selain itu, tercatat pula bahwa peningkatan serangan oleh pemukim Israel terhadap jurnalis Palestina di bawah perlindungan tentara sangat luar biasa dan berkembang.
“Pekerjaan jurnalistik di Palestina sedang diserang. Kami memperbarui seruan kami pada organisasi internasional dan hak asasi manusia yang relevan untuk mengambil tindakan tegas untuk menghentikan penargetan jurnalis oleh pasukan pendudukan,” tegas pernyataan PJS.
Mengomentari laporan PJS, Federasi Jurnalis Internasional (IFJ) menanggapi bahwa “Telah berulang kali (kami) mengutuk penargetan yang disengaja terhadap jurnalis dan fasilitas media oleh Israel dan mengajukan keluhan resmi ke ICC pada awal April 2022.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







