Ratusan anggota Serikat Guru Israel pada Rabu (17/8) melakukan protes di luar Kementerian Keuangan Israel untuk menuntut upah yang lebih tinggi. Ketua Serikat Pekerja Yaffa Ben David mengancam bahwa para guru akan mogok dan mencegah sekolah untuk memulai pembelajaran bulan depan. Dia meminta semua badan pemerintah dan perdana menteri agar segera campur tangan menyelesaikan masalah dengan Kementerian Keuangan “sebelum terlambat.”
“Kekurangan guru adalah alarm bahaya yang mengkhawatirkan semua orang, terutama Kementerian Keuangan, pimpinan dan pemangku kepentingan,” kata Ben David. Angka-angka dari Knesset Israel mengungkapkan bahwa 85 persen sekolah Israel menderita kekurangan jumlah guru. Gaji guru, yang berasal dari Kementerian Keuangan, tergolong tidak memuaskan, klaim pengunjuk rasa. Mereka menuduh pejabat keuangan menunda pembicaraan sampai saat-saat terakhir sebelum 1 September.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







