Ibu dari tawanan Ahmed Harish tidak mampu menahan air matanya, saat dia berdiri di samping Karam, cucunya yang baru lahir. Sang nenek bersujud menangis di hadapan bayi yang ayahnya masih berada dalam kegelapan sel di Penjara Yerikho selama 73 hari.
Pada Selasa (16/8), istri tawanan Ahmed Noah Harish, dari kota Beituniya di Tepi Barat, melahirkan anak pertamanya di Rumah Sakit Ramallah. Sementara itu, suaminya, mengalami siksaan yang kejam bersama lima tawanan lainnya dan dinas keamanan menolak untuk membebaskan mereka.
Asmaa Harish, saudara perempuan Ahmed, mengatakan bahwa kedatangan Karam ke dunia dengan ketidakhadiran ayahnya adalah hal yang tidak terbayangkan. “Israel menghalangi Ahmed untuk melihat anak pertamanya, sementara lebih dari tujuh puluh hari, ia mengalami penyiksaan di penjara.”
Dia menambahkan, “Tangisan Karam terdengar dunia. Semua orang menyambutnya dan memeluknya, kecuali ayahnya yang tidak bisa hadir dalam kesempatan ini. Orang pertama yang seharusnya menerima anak ini adalah ayahnya. Kemudian dia membagikan permen kepada orang-orang dan menerima ucapan selamat. Akan tetapi, Ahmed tidak dapat melihat bayinya dan tidak dapat mendengar tangisannya. Dia bahkan tidak bisa menjenguknya dan tidak mengetahui kehadirannya.”
Keluarga mengimbau semua pihak untuk menuntut pembebasan Ahmed selama satu jam untuk melihat putranya. Layanan keamanan Israel bahkan menolak keluarga yang ingin memberitahu tentang persalinan istrinya melalui sambungan telepon.
Asmaa menegaskan bahwa saudara laki-lakinya telah menjadi sasaran siksaan berat dan parah selama penangkapannya. Harish disiksa lebih parah ketika dalam bandingnya dia mengungkapkan bahwa dia telah disiksa sejak tahap awal penangkapannya. Dia meminta semua orang untuk mengekspos kejahatan dinas keamanan dan untuk terus mempublikasikan apa yang mereka hadapi
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







