Pengadilan militer Israel pada Senin (14/8) menolak permohonan pembebasan tawanan Palestina Khalil Awawdeh, yang telah melakukan mogok makan selama 167 hari sebagai protes atas penahanan administratif Israel yang tanpa tuduhan atau pengadilan. Pengacara Awawdeh Ahlam Haddad mengonfirmasi bahwa pengadilan militer telah menolak permohonan pembebasannya.
Pada 3 Maret, ayah empat anak berusia 40 tahun tersebut memulai mogok makan terbuka sebagai protes terhadap penahanan administratifnya. Otoritas Israel menangkapnya pada 27 Desember 2021, menuduhnya sebagai anggota kelompok bersenjata, dan menjebloskannya ke Penjara Ofer, di Ramallah, Tepi Barat. Sepanjang hidupnya, ia telah menghabiskan total 12 tahun di penjara Israel, termasuk lima tahun penahanan administratif dan sempat bebas pada 30 Juni 2016.
Menurut keluarganya, Awawdeh mogok makan tanpa henti, kecuali selama 10 hari saat ia menerima suntikan vitamin. Pada Kamis pekan lalu, pengadilan militer Israel Ofer mengizinkan pengacaranya dan seorang dokter mengunjunginya untuk pertama kali guna menyiapkan laporan medis tentang kondisi kesehatannya dan menyerahkannya ke pengadilan untuk menuntut pembebasannya.
Dr. Lina Qasem-Hassan mengunjunginya di Rumah Sakit Assaf Harofeh, mengatakan bahwa berat badan Awawdeh hanya 42 kilogram. Ia diborgol ke tempat tidur dan dikelilingi oleh penjaga. “Dia menderita gejala neurologis yang parah dan gangguan kognitif, yang mungkin tidak dapat membaik,” kata dokter dari kelompok hak asasi itu. “Nyawanya berada dalam bahaya.”
Komisi Urusan Tawanan dan Mantan Tawanan Palestina mengonfirmasi pada Minggu (14/8) bahwa kondisi kesehatan Awawdeh semakin buruk dari hari ke hari; kehilangan lebih dari setengah berat badannya, nyeri sendi akut, sakit kepala parah, dan penglihatan kabur. Ia bahkan tidak bisa mengenali istrinya, Dalal, yang mengunjunginya di rumah sakit.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








