Juru bicara Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Adnan Abu-Hasna mengatakan pada Minggu (14/8) bahwa anggaran umum badan PBB mengalami defisit keuangan sebesar $100 juta. Dia mengatakan bahwa defisit ini telah meningkat terutama di Jalur Gaza karena blokade Israel yang terus berlangsung. Ini juga merupakan dampak dari perpecahan Palestina dan perang terus-menerus, yang meningkatkan jumlah pengangguran. Abu-Hasna menekankan bahwa UNRWA telah menghabiskan sekitar 38 persen dari anggarannya untuk Gaza.
UNRWA berdiri pada 1949 untuk memberikan bantuan dan perlindungan bagi para pengungsi Palestina yang terpaksa pergi dari wilayah mereka untuk memberi jalan bagi pembentukan “negara” Israel. Organisasi tersebut saat ini menawarkan layanannya kepada sekitar 5,3 juta pengungsi Palestina di wilayah Yordania, Lebanon, dan Suriah. Badan tersebut telah menghadapi kesulitan keuangan yang parah sejak pemerintahan Presiden AS Donald Trump menghentikan donasi total pada 2018. Meskipun beberapa bagian dari donasi tersebut telah kembali, tetap tidak dapat mengisi kesenjangan pendanaan.
Selain itu, Uni Emirat Arab (UEA) juga secara tajam mengurangi pendanaan terhadap badan tersebut pada 2020, seorang juru bicara UNRWA mengungkapkannya pada awal tahun ini. Sami Mshasha mengatakan bahwa UEA menyumbangkan $ 51,8 juta ke UNRWA pada 2018 dan 2019, tetapi pada 2020 hanya memberi bantuan sebesar $ 1 juta. Sementara itu, Inggris memotong lebih dari separuh dananya untuk UNRWA dari £42,5 juta ($57,2 juta) pada 2020 menjadi £20,8 juta ($28 juta) pada 2021.
Selama bertahun-tahun, Israel telah melobi keras agar UNRWA berhenti karena merupakan satu-satunya badan PBB yang memiliki mandat khusus untuk mengurus kebutuhan dasar pengungsi Palestina. Jika badan tersebut tidak ada lagi, maka masalah pengungsi tidak akan ada lagi, dan hak sah bagi pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah mereka telah tertutup. Sejak akhir 1940-an, Israel telah menyangkal hak penduduk Palestina untuk kembali ke tanah mereka, meskipun keanggotaan Israel di PBB disahkan dengan syarat para pengungsi Palestina boleh kembali ke rumah dan tanah mereka. Sementara itu, pendanaan UNRWA hampir seluruhnya bergantung pada sumbangan sukarela dari negara-negara anggota PBB, sehingga sangat rentan terhadap kelompok lobi pro-Israel yang berpengaruh di berbagai kota utama.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








