Dua pemain tenis kursi roda Irak mengundurkan diri dari turnamen internasional yang diadakan di Rumania. Mereka menolak menghadapi Israel sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Palestina.
Presiden Federasi Tenis Irak, Majid Al-Ugaili, mengumumkan pada Kamis (11/8) bahwa Nasr Mahdi dan Mohammad Al-Mahdi menolak untuk menghadapi pemain Israel itu dalam Turnamen Tenis Kursi Roda Terbuka Bucharest 2022.
Turnamen yang dimulai pada 15 Agustus ini merupakan bagian dari “Performance has no limit!” platform dan merupakan hasil kemitraan antara Licinium Foundation dan Federasi Tenis Internasional.
Irak tidak memiliki hubungan diplomatik atau hubungan lain dengan Israel, dan sebagian besar faksi politiknya menolak normalisasi dengan pendudukan. Pada Mei 2022, parlemen Irak memberikan pembacaan pertama untuk RUU yang berusaha untuk melarang normalisasi atau hubungan diplomatik dengan ‘Israel’.
Parlemen Irak mengumpulkan dan memilih anggota komite hukum untuk memeriksa RUU “Larangan Normalisasi dan Pembentukan Hubungan dengan Entitas Zionis”, yang kemudian dikirim ke anggota parlemen untuk dibahas dan juga akan berlaku untuk wilayah Kurdistan. RUU tersebut mengharuskan hampir semua pejabat, termasuk di wilayah Kurdistan, lembaga pemerintah, dan media untuk menahan diri dari menjalin hubungan dengan ‘Israel’.
Bagian utama dari RUU tersebut mengkriminalisasi normalisasi hubungan dengan “entitas Zionis,” referensi ke ‘Israel’, juga “larangan pembentukan hubungan diplomatik, politik, militer, ekonomi, budaya, dan segala jenis hubungan lainnya dengan Zionis.
Ini bukan pertama kalinya para pemain Arab mengambil sikap solidaritas seperti itu. Pada Olimpiade Rio 2016, Komite Olimpiade Internasional memulangkan El Shehaby dari Mesir sebelum olimpiade berakhir karena menolak berjabat tangan dengan seorang atlet Israel.
Pada Juli 2021, pemain Sudan Mohamed Abdalrasul tidak muncul untuk menghadapi pemain Israel Tohar Butbul dalam pertandingan babak 32 besar mereka. Fethi Nourine dari Aljazair juga menolak menghadapi Butbul di kompetisi yang sama. Ia mengatakan hal tersebut sebagai dukungan politiknya terhadap Palestina.
Pada Januari 2022, pemain tenis Kuwait berusia 14 tahun, Muhammad Al-Awadi , menarik diri dari turnamen tenis internasional yang diadakan di Uni Emirat Arab (UEA) untuk menghindari Israel. Tiga bulan berselang, yaitu pada April, pemain anggar Kuwait Muhammad Al-Fadli juga menolak berhadapan dengan pemain Israel di babak penyisihan grup Kejuaraan Anggar Dunia yang diadakan di Dubai. Sebulan setelahnya, pemain catur Kuwait, Bader Al-Hajri, mengundurkan diri dari kompetisi Kejuaraan Catur Internasional Sunway yang diadakan di Spanyol karena ia menolak untuk menghadapi Israel.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








