Othman Kaljawi, seorang warga Palestina dari Kota Tua Al-Quds, pada Minggu (14/8), mulai menghancurkan sebagian rumahnya sendiri setelah Pemerintah Kota Israel memaksanya. Ia terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri demi menghindari biaya selangit jika pemerintah kota yang melakukan pembongkaran.
Koresponden WAFA melaporkan bahwa Pemerintah Kota Israel mengeluarkan perintah pembongkaran dengan dalih tidak memiliki izin. Kaljawi tidak mempunyai pilihan selain menghancurkan rumahnya untuk menghindari biaya pembongkaran sebesar $15.000 kepada Pemerintah Kota Israel. Ia mengatakan bahwa ia membangun rumah itu empat tahun lalu untuk melindungi 7 anggota keluarganya.
Penduduk Palestina di Al-Quds mengatakan mereka terpaksa membangun tanpa izin karena sulitnya, bahkan hampir tidak mungkin, mendapatkan izin bangunan. Hal itu karena, dewan kota sayap kanan Israel berusaha untuk menjaga populasi Palestina di kota itu seminimal mungkin sambil melipatgandakan penduduk Yahudi. Mereka menyetujui pembangunan ribuan unit rumah baru di permukiman Yahudi, tetapi menyangkal hak-hak yang sama bagi warga Palestina. Hampir 75 persen permohonan izin penduduk Palestina di Al-Quds mendapat penolakan dari Israel.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








