Pejabat Palestina di Jalur Gaza yang diblokade memperingatkan pada Kamis (4/8) bahwa mereka harus menutup satu-satunya pembangkit listrik di daerah kantong itu dalam waktu 48 jam jika blokade Israel tidak dicabut.
Israel menutup semua penyeberangan ke Gaza, dan mencegah kapal tanker bahan bakar masuk karena takut akan adanya serangan balasan. Israel juga mencegah pekerja Palestina menyeberang ke Israel dan bahkan memberlakukan pembatasan pergerakan penduduk Israel di permukiman selatan.
Penduduk Gaza sudah menderita pemadaman listrik, dengan listrik yang tersedia hanya 10 jam per hari. Namun, jika satu-satunya pembangkit listrik berhenti, akan terjadi lebih banyak pemadaman listrik. Ini menyulitkan jutaan orang yang bergantung pada satu sumber yang melayani Jalur Gaza, dengan sekitar 120 megawatt per hari dari Israel. Muhammad Thabet, Direktur Hubungan Masyarakat dan Media di Perusahaan Distribusi Listrik di Jalur Gaza, mengatakan jika penutupan Israel berlanjut selama lebih dari dua hari, pembangkit listrik akan berhenti beroperasi. Ini akan berdampak buruk pada kehidupan lebih dari dua juta warga.
Sumber:
https://www.#/20220805-gaza-sole-power-plant-to-shut-down-as-israel-tightens-siege-for-third-day/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







