Seruan Global untuk Deeskalasi atas Agresi Mematikan Israel terhadap Warga Palestina di Jalur Gaza yang Diblokade.
Berbagai reaksi muncul terhadap serangan mematikan Israel di Jalur Gaza, yang mendapat tanggapan berupa peluncuran roket dari Palestina. Israel dan sekutunya mendukung serangan udara, sementara mereka yang mendukung Palestina mengecam kekerasan tersebut.
Berikut reaksi global terhadap serangan mematikan pada Jumat (5/8) tersebut:
PBB
Koordinator khusus PBB untuk proses perdamaian Timur Tengah, Tor Wennesland, memperingatkan bahwa eskalasi “berbahaya” ini berisiko menciptakan kebutuhan akan lebih banyak bantuan, pada saat sumber daya dunia sedang “teralihkan oleh konflik lain”.
“Dalam beberapa jam terakhir, setidaknya 10 warga Palestina tewas oleh serangan udara Israel. Saya sangat sedih dengan laporan bahwa seorang anak berusia lima tahun telah tewas dalam serangan ini. Tidak ada pembenaran untuk setiap serangan terhadap warga sipil,” kata Wennesland.
“Peluncuran roket harus segera dihentikan, dan saya meminta semua pihak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut,” tambahnya.
Amerika Serikat
John Kirby, koordinator Dewan Keamanan Nasional AS untuk komunikasi strategis, membela serangan Israel di Gaza. Ia mendesak kedua belah pihak untuk meredakan situasi.
“Kami secara aktif terlibat dengan mitra regional Israel-Palestina untuk bekerja dengan tujuan mencapai kedamaian setelah serangan-serangan tersebut. Dan tentunya kami mengimbau semua pihak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut. Kami tetap teguh dalam komitmen kami terhadap keamanan Israel, dan kami akan terus bekerja untuk memperkuat semua aspek kemitraan AS-Israel.”
“Kami sepenuhnya mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri terhadap kelompok teroris yang mengambil nyawa warga sipil tak berdosa di Israel. Adapun untuk solusi dua negara, kami tetap berkomitmen. Hal itu merupakan salah satu pesan inti presiden dalam perjalanannya (yang lalu), baik ke Al-Quds (Yerusalem) maupun Betlehem. Kami masih ingin melihat hal itu sebagai hasilnya, tetapi kedua belah pihak juga harus menginginkannya.”
Turki
Ankara “sangat mengutuk” serangan udara Israel di Gaza dan mengatakan: “tidak dapat diterima bahwa warga sipil, termasuk anak-anak, kehilangan nyawa mereka dalam serangan”.
Kementerian Luar Negeri Turki dalam sebuah pernyataan mendesak “pengendalian diri dan akal sehat”, menyusul serangan mematikan di daerah kantong yang diblokade. “Kami sangat prihatin dengan meningkatnya ketegangan di kawasan dan menekankan perlunya mengakhiri peristiwa ini sebelum berubah menjadi pusaran konflik baru,” katanya.
Mesir
Kairo bekerja untuk mendamaikan eskalasi terbaru di Gaza. “Kami berharap mencapai konsensus untuk kembali tenang sesegera mungkin,” kata seorang sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya kepada kantor berita AFP. Secara terpisah, sumber lain mengatakan bahwa delegasi dari gerakan perlawanan Islam diduga menuju ke Kairo pada Sabtu (6/8).
Ismail Haniyeh, telah mengadakan pembicaraan dengan “intelijen Mesir” atas kekerasan tersebut, kata sebuah pernyataan dari kelompok itu. Mesir, perantara bersejarah antara Israel dan kelompok bersenjata di Gaza, merundingkan gencatan senjata yang mengakhiri konflik pada Mei tahun lalu.
Qatar
Qatar, sebagai pendukung keuangan utama yang telah menghabiskan miliaran dolar untuk membangun kembali Gaza dan mendukung rakyatnya setelah serangan Israel, menyatakan “kecaman keras atas serangan” pada Jumat. Qatar menekankan perlunya komunitas internasional untuk segera bergerak, menghentikan serangan berulang penjajah (Israel) terhadap warga sipil, terutama perempuan dan anak-anak”.
Dalam sebuah pernyataan pada Jumat (5/8), Kementerian Luar Negeri Qatar menegaskan kembali posisi tegas negaranya atas keadilan bagi perjuangan Palestina, hak-hak sah rakyat Palestina bersaudara, dan pembentukan negara Palestina merdeka di perbatasan 1967, dengan Al-Quds Timur sebagai ibukotanya.”
Yordania
Amman menuntut agar Israel segera menghentikan agresinya di Jalur Gaza. Juru bicara Haitham Abu al-Ful memperingatkan konsekuensi berbahaya yang hanya akan meningkatkan ketegangan dan kekerasan, serta memperdalam kondisi yang penuh dengan keputusasaan.
“Solusi untuk masalah Jalur Gaza dan mencegah eskalasi kekerasan terletak pada menemukan cakrawala politik yang nyata dengan kembali ke meja perundingan untuk mencapai perdamaian yang adil atas dasar solusi dua negara,” katanya.
Israel
Perdana Menteri Israel Yair Lapid dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi berjanji untuk melakukan “apa pun yang diperlukan untuk membela rakyat Israel”.
“Israel melakukan operasi kontra-teror yang tepat terhadap ancaman langsung. Perjuangan kami bukan dengan rakyat Gaza. Jihad Islam adalah proksi Iran, yang ingin menghancurkan Israel dan membunuh orang Israel yang tidak bersalah. Kepala Jihad Islam, saat kita bicara, sedang berada di Teheran. Kami akan melakukan apa pun untuk membela rakyat kami. Israel tidak tertarik pada konflik yang lebih luas di Gaza, tetapi juga tidak akan menghindar darinya.”
Otoritas Palestina
Otoritas Palestina, yang memerintah Tepi Barat yang diduduki, mengutuk agresi Israel di Jalur Gaza dan menuntut penghentian segera.
“Kepresidenan meminta masyarakat internasional untuk memaksa Israel menghentikan agresi terhadap rakyat kami di mana pun, terutama di Gaza, dan untuk memberi mereka perlindungan internasional,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.
Sumber :
https://www.aljazeera.com/news/2022/8/5/restraint-and-common-sense-reaction-to-israels-gaza-attack
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








