Sebanyak 120 mahasiswa di Universitas Ben-Gurion mengirim surat kepada Kepala Administrasi, menuntut pencabutan pengaduan disipliner terhadap seorang mahasiswa Palestina yang menggunakan istilah ‘martir’ pada acara peringatan Nakba. Mahasiswa bernama Watan Madi, menggunakan istilah itu saat mengutip penyair Palestina, Mahmoud Darwish, dalam pidato yang dia berikan pada upacara Hari Nakba bersama mahasiswa lainnya di kampus.
Universitas mengklaim bahwa mereka “menganggap serius” pengibaran bendera Palestina di acara tersebut dan istilah ‘martir’ merupakan dukungan untuk terorisme.
Dalam surat kepada Kepala Administrasi Universitas, Mira Golomb, para mahasiswa mengatakan bahwa menggunakan “pengibaran bendera sebagai bukti dukungan untuk terorisme adalah tidak masuk akal.”
“Seperti terbukti di kalangan akademisi atau ahli terkait, padanan kata ‘martir’ dalam bahasa Arab adalah ‘syahid’ atau ‘jatuh’. Ini bukan soal terorisme atau pelaku bom bunuh diri. Apalagi teks yang dibacakan Watan Madi, secara khusus berkaitan dengan peristiwa Nakba,” tambahnya. “Kami berharap Universitas dapat menjadi rumah akademik bagi semua mahasiswa, dosen, dan karyawan. Oleh karena itu, kampus harus terhubung dengan budaya, identitas, dan bahasa asli mereka, berdasarkan sudut pandang mereka sendiri, bukan melalui perspektif organisasi yang merusak legitimasi dan sudut pandang lainnya.”
Golomb belum menanggapi surat tersebut dan Madi masih harus hadir di hadapan panel disiplin yang terdiri atas tiga hakim dari universitas. Bagi Madi, apa yang dialaminya hanyalah bagian dari perjuangan menjadi perempuan Palestina di “Israel”, baik di dalam maupun di luar kampus. Dia mengatakan kepada Mondoweiss, “Ini adalah perasaan yang sama seperti tinggal di Israel sebagai orang Palestina.” “Menjadi Arab, Palestina, dan seorang perempuan bukanlah kombinasi terbaik di Israel. Tapi ini adalah hak kami untuk belajar di tanah air kami.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







