Anggota keluarga Shireen Abu Akleh bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada hari Selasa (26/7) di Washington. Mereka menuntut keadilan bagi shireen, jurnalis Al-Jazeera berdarah Palestina-Amerika yang ditembak mati Israel.
Lina Abu Akleh, keponakan Shireen, mengatakan bahwa keluarga menekankan perlunya “investigasi AS yang mengarah pada akuntabilitas yang nyata”.
“Meskipun dia [Blinken] membuat beberapa komitmen atas pembunuhan Shireen, kami masih menunggu untuk melihat apakah pemerintahan ini akan menjawab seruan kami untuk #JusticeForShireen.” tulis Lina Abu Akleh di akun Twitter-nya setelah pembicaraan dengan Blinken.
Lina juga mengulangi permintaan keluarga untuk dapat bertemu dengan Presiden AS Joe Biden. Dia mengatakan akan menunjukkan bahwa “kasus Shireen adalah prioritas untuk pemerintahan ini.”
Lina Abu Akleh menambahkan bahwa Blinken mengatakan kepada keluarga bahwa melindungi warga AS adalah tugasnya. “Investigasi AS yang mengarah pada akuntabilitas nyata dapat kami terima. Kami tidak akan berhenti, hingga tidak seorang pun keluarga Amerika atau Palestina lainnya menanggung rasa sakit yang sama seperti yang kami alami,” tulisnya.
Sementara itu, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, mengkonfirmasi pertemuan itu dalam sebuah konferensi pers pada hari Selasa sore. Ia mengatakan bahwa Blinken telah bertemu keluarga Shireen dan menegaskan kembali tentang perlunya akuntabilitas.
“Bagian dari pertemuan tersebut adalah memberikan kesempatan bagi Sekretaris untuk menyampaikan pesan kepada mereka [keluarga Shireen]; itu adalah pesan belasungkawa. Akan ada pesan mengenai prioritas yang kami lampirkan pada pertanggung jawaban ke depannya.” kata Price, “tetapi ini juga menawarkan kesempatan yang sama bagi sekretaris untuk mendengar dari keluarga, untuk mendengar perspektif penting mereka, untuk dapat berdialog dua arah.”
Pertemuan di Washington merupakan tindak lanjut atas panggilan keluarga Abu Akleh untuk pertemuan dengan Biden saat Presiden AS itu mengunjungi Israel dan Tepi Barat di awal bulan ini. Alih-alih menemui mereka di Yerusalem (Al-Quds), Pemerintahan Biden justru menawarkan keluarga itu bertemu di AS.
Baca juga “AS Beri Impunitas Kasus Pembunuhan Shireen Abu Akleh, Keluarga Shireen Minta Bertemu Langsung Dengan Biden“
“Presiden tidak datang kepada kami di Yerusalem untuk mendengar langsung kesedihan, kemarahan, dan kekhawatiran kami mengenai kurangnya tanggapan pemerintahannya terhadap pembunuhan di luar hukum Shireen, kami memutuskan untuk datang kepadanya.” kata Keluarga Abu Akleh dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa.
Keluarga Abu Akleh, menurut Lina, juga akan menghabiskan waktu mereka di Washington untuk bertemu dengan anggota parlemen. Dia berterima kasih karena parlemen bersedia meluangkan waktu untuk berbicara dengan mereka. Sejak kematian Abu Akleh, ada banyak upaya di Kongres untuk menyerukan penyelidikan AS atas pembunuhan itu, baik di parlemen maupun Senat.
“Perlu kita ingat bahwa hingga saat ini, 24 senator AS dan 57 anggota Dewan Perwakilan Rakyat telah meminta pemerintahan Biden untuk memulai penyelidikan AS yang menyeluruh, kredibel, independen, dan transparan atas pembunuhan Shireen. Kami berterima kasih kepada setiap pihak,” kata pihak keluarga dalam pernyataannya. “Kami akan bertemu dengan beberapa anggota [parlemen] minggu ini, dan kami berterima kasih kepada mereka karena telah meluangkan waktu untuk membahas langkah selanjutnya seputar kasus Shireen.” tambahnya.
Sumber:
https://qudsnen.co/shireen-abu-akleh-family-meets-blinken-in-washington/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








