Anggota Kongres AS, Rashida Tlaib, mendesak Presiden Joe Biden untuk mendapatkan nama-nama tentara Israel yang terlibat dalam pembunuhan wartawan Al Jazeera Shireen Abu Akleh.
Dalam sebuah pernyataan pada tanggal 8 Juli, Tlaib mengecam pemeriksaan Departemen Luar Negeri terhadap peluru yang membunuh Abu Akleh. Ia mengatakan: “ini sudah sangat jelas. Departemen Luar Negeri telah gagal secara komprehensif untuk menjalankan misinya sehubungan dengan pembunuhan seorang warga negara Amerika.”
Tlaib menambahkan bahwa kegagalan ini mengirimkan pesan yang jelas kepada dunia bahwa beberapa nyawa orang Amerika lebih berharga daripada yang lain. Bahkan, beberapa “sekutu” dapat memiliki izin untuk membunuh tanpa hukuman. Padahal biasanya, saat seorang warga negara Amerika terbunuh di luar negeri, sudah menjadi prosedur standar bagi AS untuk membuka penyelidikan kriminal.
Namun dalam kasus ini, Talib mengatakan, “Departemen Luar Negeri dan Administrasi Biden belum meluncurkan penyelidikan independen AS oleh FBI atas pembunuhan Shireen. Hal tersebut seperti tuntutan lebih dari 80 Anggota Kongres dalam surat terpisah kepada Administrasi Biden. Sebaliknya, mereka mengakui bahwa Shireen kemungkinan tewas oleh pasukan Israel, tetapi memperluas manfaat dari keraguan kepada pemerintah yang tidak mendapatkan apa-apa.”
Pada hari yang sama saat Abu Akleh terbunuh, juru bicara militer Israel Ran Kochav menggambarkan kelompok jurnalis yang tidak bersenjata bersamanya sebagai “warga Palestina bersenjata”. Menanggapi hal ini, Tlaib berkata, “Mereka ‘bersenjata’ dengan kamera, jika Anda mengizinkan saya untuk mengatakannya. Tidak hanya ini secara objektif bohong, ini juga dengan jelas menunjukkan apa yang sudah jutaan orang Palestina alami sehari-hari.”
“Di mata pasukan Israel, kamera sama berbahayanya dengan pistol karena kamera mengekspos realitas brutal rezim apartheid mereka dan penindasan rasisnya,” kata Tlaib, “ketika kebanyakan orang di dunia ini menyaksikan bagaimana pemerintah Israel memperlakukan orang Palestina, mereka tahu di dalam hati mereka bahwa itu salah.”
“Bagi rezim apartheid Israel, tidak ada perbedaan antara kamera dan pistol, dan semua orang Palestina adalah target,” Tlaib menambahkan.
Sumber:
https://qudsnen.co/tlaib-urges-biden-to-identify-israeli-soldiers-involved-in-abu-aklehs-killing/
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








