Pada hari Selasa (5/7) Ahmad Harb Ayyad berusia 32 tahun, dari Jalur Gaza, terbunuh setelah pasukan Israel memukulinya. Para tentara dan pemukim Israel memukulinya dengan kejam saat ia sedang dalam perjalanan untuk bekerja di wilayah jajahan 48. Kementerian Tenaga Kerja di Gaza mengkonfirmasi kematian Ahmad karena serangan pasukan Israel yang tepatnya terjadi di tembok pemisah di Tulkarm, Tepi Barat utara.
Sebelum tragedi, yaitu saat beberapa bulan yang lalu, Ahmad berhasil mendapatkan rujukan pengobatan setelah beberapa kali upaya untuk masuk Rumah Sakit Khusus Nablus. Ia sangat membutuhkan pengobatan karena menderita masalah kesehatan perut. Karena dalam situasi yang sempit dan kehidupan yang sulit di Jalur Gaza, Ahmad mencoba memanfaatkan rujukan medis untuk mencari pekerjaan untuk membiayai pengobatannya dan menafkahi anak-anaknya.
Dr Jamal Ayyad, paman Ahmad, menjelaskan kejadian saat keponakannya tewas. Ketika itu keponakannya dan sejumlah orang Palestina sedang melewati salah satu celah tembok pemisah di Tulkarm, Tepi Barat utara. Sesaat setelahnya pasukan tentara Israel mengejar dan menembak mereka sehingga beberapa dari mereka terluka, termasuk Ahmad. Beberapa dari mereka ada yang berhasil melarikan diri, namun banyak juga dari mereka yang tertangkap dan pasukan Israel pukuli. Karena kondisi kesehatan Ahmad yang tidak baik, sehingga kejadian ini memunculkan gejala yang serius, dan ia harus dibawa ke Rumah Sakit Pemerintah Tulkarm.
Pamannya menjelaskan bahwa Ahmad kemudian dipindahkan ke RS Khusus Nablus karena kondisi kesehatannya, dan mengalami gejala gumpalan di dadanya. Kelelahan Ahmad yang parah juga menyebabkan dia muntah dan tidak bisa mengendalikan diri. Selama pemindahan Ahmad ke RS Khusus Nablus, jantungnya sempat berhenti lebih dari sekali. Pada ketiga kalinya, yaitu terakhir kalinya, tim dokter tidak dapat menyelamatkan nyawanya.
Dr Ayyad, atas nama keluarganya di tanah air dan diaspora, mengutuk kejahatan penyerangan terhadap putra mereka yang tidak bersalah. Mereka hanya mencari nafkah untuk anak-anaknya karena situasi miskin di Gaza yang dideritanya dan rekan-rekan muda lainnya.
Sumber:
https://www.palinfo.com/308970
https://www.palinfo.com/308963
https://qudsnen.co/israeli-forces-kill-gazan-worker-after-brutally-beating-him-near-apartheid-wall/
https://www.#/20220705-israel-forces-settlers-beat-palestine-worker-to-death/
https://www.middleeasteye.net/news/israel-west-bank-army-kills-palestinian-worker
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







