Pada hari Senin (4/7), Amerika Serikat mengumumkan hasil pemeriksaan peluru dalam pembunuhan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh yang sebelumnya telah pihak otoritas Palestina serahkan.
AS menyatakan bahwa peluru yang membunuh jurnalis Palestina Shireen Abu Akleh berasal dari senjata Israel. Namun, tidak sampai situ, AS juga menekankan bahwa “tidak ada alasan untuk percaya bahwa Abu Akleh Israel bunuh dengan sengaja”.
Kementerian Luar Negeri AS menyatakan: “Koordinator keamanan AS tidak menemukan alasan untuk percaya bahwa ini terjadi dengan kesengajaan. Sebaliknya, itu adalah hasil dari keadaan tragis selama operasi militer yang Pasukan Pertahanan Israel pimpin melawan faksi Jihad Islam Palestina.” Adapun pakar balistik menyatakan bahwa peluru itu telah rusak terlalu parah untuk membuat kesimpulan yang jelas tentang sumbernya.
Hasil penyelidikan Amerika sebagian besar sama dengan yang tentara pendudukan Israel umumkan. Sehubungan dengan pernyataan tersebut, hari Senin kemarin (4/7) tentara Israel mengumumkan bahwa para ahli Israel telah melakukan uji balistik peluru. Juru bicara tentara Israel, Avichay Adraee, mengatakan, “Peluru itu diserahkan untuk uji balistik di laboratorium forensik di hadapan badan-badan profesional Israel dan perwakilan profesional USSC (koordinator keamanan Amerika antara Israel dan Otoritas Palestina) untuk menentukan senjata dari mana ia ditembakkan. Semua tahapan tes dilakukan di Israel di hadapan perwakilan USSC.”
Baca juga “Analisis Forensik Pembunuhan Shireen Abu Akleh” di sini
Kantor Penuntutan Umum Palestina mengkonfirmasi kekeliruan pihak AS berdasarkan pada serangkaian bukti-bukti mereka yang tak terbantahkan, termasuk laporan teknis, pemeriksaan, dan kesaksian saksi mata. Kantor Penuntutan Umum menentukan dengan pasti bahwa pembunuhan Abu Aqila adalah sasaran langsung dari seorang anggota pasukan tentara Israel yang Israel tempatkan pada saat itu. Telah terbukti juga bahwa secara meyakinkan, waktu dan tempat kejadian tidak menunjukkan konfrontasi atau manifestasi bersenjata.
Hasil penyelidikan tersebut tentu memunculkan kecaman dan penyangkalan dari berbagai pihak. Juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh, mengatakan, “Kami tidak akan menerima bahwa hasil penyelidikan Palestina dirusak. Kami akan menindaklanjuti kasus pembunuhannya di pengadilan internasional, terutama di hadapan pengadilan kriminal. Israel bertanggung jawab atas pembunuhannya dan harus menanggung konsekuensinya.”
Sejalan dengan hal tersebut, pihak keluarga Abu Akleh juga mengutuk hasil tersebut. Pihak keluarga menekankan AS harus mengklarifikasi sejauh mana dana Amerika terlibat dalam pembunuhan Shireen. Keluarga membenarkan bahwa “pernyataan Amerika tentang pembunuhan Shirin tidak disengaja merupakan hasil dari dugaan penyangkalan kontra-terorisme Israel.”
Sumber:
https://www.alaraby.co.uk/politics/واشنطن–تتبنى–رسمياً-الرواية–الإسرائيلية–في–قضية–استشهاد–أبو–عاقلة
https://www.palinfo.com/308945
https://www.aljazeera.com/news/2022/7/4/shireen-abu-akleh-family-slams-killing-probe-us-israel
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








