Keputusan pemerintah Israel untuk memulai proses pendaftaran kepemilikan tanah berisiko. Tanah tersebut berdekatan dengan Masjid al-Aqsa di Al-Quds/Yerusalem Timur yang terjajah. Hal tersebut memungkinkan pengambilalihan yang memiliki “implikasi luas yang parah”. Kelompok hak asasi manusia memperingatkan hal tersebut pada hari Senin.
Kementerian kehakiman pekan lalu memprakarsai “prosedur penyelesaian sertifikat tanah” di daerah Abu Thor serta situs Istana Umayyah yang berdekatan dengan dinding selatan Masjid al-Aqsa. Prosedur yang menggunakan dana pemerintah ini dialokasikan dengan dalih untuk “mengurangi kesenjangan sosial-ekonomi” dan “menciptakan masa depan yang lebih baik” bagi warga Palestina. Namun kenyataannya, sebagian besar dana tersebut telah digunakan untuk mendaftarkan tanah untuk pemukiman ilegal. Pada akhirnya, ini akan mengarah pada perampasan Palestina lebih lanjut, menurut pernyataan bersama oleh kelompok hak asasi Israel Ir Amim dan Bimkom. LSM yang berbasis di Yerusalem itu mengatakan ada spekulasi bahwa pemerintah Israel mungkin berusaha mendaftarkan area selatan Masjid al-Aqsa sebagai tanah negara.
“[Prosedur] membawa kemungkinan konsekuensi bencana bagi ratusan rumah Palestina di Abu Thor, sementara yang lain memiliki potensi akut untuk meningkatkan ketegangan karena lokasinya yang sangat sensitif di dekat Al Aqsa,” bunyi pernyataan bersama itu.
Sheikh Najeh Bakirat, wakil direktur Wakaf Islam Yerusalem, mengatakan pada hari Senin bahwa mengubah kepemilikan Istana Umayyah tidak sah dan melanggar Konvensi Jenewa. Kontrol Israel atas Yerusalem Timur, termasuk Kota Tua, melanggar beberapa prinsip di bawah hukum internasional, yang menetapkan bahwa kekuatan pendudukan tidak memiliki kedaulatan di wilayah yang didudukinya dan tidak dapat membuat perubahan permanen di sana.
Baca juga “Tetap duduk meskipun terjadi pengusiran, Seruan untuk Menolak Eskalasi Kebijakan Pengusiran Israel terhadap Para Penjaga Masjid Al-Aqsa” di sini
Hampir 90 persen tanah di Yerusalem Timur tidak terdaftar, sejak otoritas Israel menghentikan pendaftaran setelah pendudukan kota itu pada 1967. Pada tahun 2018, pemerintah untuk pertama kalinya mulai menggalakkan “prosedur penyelesaian hak atas tanah”. Namun pada tahun 2020, menurut Ir Amim yang telah memantau prosesnya, prosedur itu Israel gunakan sebagai alat untuk “merebut lebih banyak tanah di Yerusalem Timur, yang mengarah pada perluasan pemukiman Israel dan perampasan Palestina lebih lanjut”.
Di kota Silwan selatan al-Aqsa, lebih dari 7.820 perintah pembongkaran -baik administratif dan hukum- telah Israel keluarkan terhadap warga Palestina. Perintah tersebut menempatkan ribuan orang pada risiko pemindahan, menurut Komite Pertahanan Tanah Silwan. Daerah itu juga merupakan lokasi pekerjaan penggalian arkeologi pemerintah yang menurut warga Palestina mengancam fondasi Masjid al-Aqsha.
Penggalian telah Israel lakukan sejak akhir 1970-an untuk mencari Kota Daud yang berusia tiga milenium. Hingga saat ini, Israel telah menginvestasikan setidaknya 40 juta shekel ($ 11,7 juta). Proyek tersebut merupakan inisiatif yang Israel Antiquities Authority (IAA) lakukan. Dana tersebut bersumber dari organisasi pemukim Ir David Foundation, atau umumnya terkenal sebagai Elad.
Baca juga “Al Aqsa Bisa Runtuh Jika Penggalian oleh Penjajah Israel Terus Berlanjut” di sini
Sumber:
https://www.middleeasteye.net/news/israel-aqsa-mosque-move-register-land-raises-fears-takeover
http://www.womenfpal.com/news/2022/6/27/الاحتلال–يشرع–بتسجيل–اراض–حول–المسجد–الاقصى–بملكية–يهود
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







