Hari Rabu (22/6), tentara penjajah Israel mulai membangun tembok apartheid baru untuk membatasi penduduk Palestina di Tepi Barat. Tembok apartheid akan memisahkan wilayah jajahan 48 dan Tepi Barat; membentang dari desa Salem, barat laut Jenin, ke pemukiman Bat Hefer, barat Tulkarm.
Mafzak Live, situs berita Israel, melaporkan bahwa panjang tembok apartheid baru tersebut yaitu mencapai 45 km dengan tinggi 9 meter. Dinding yang dibangun akan mencakup beton besar, tindakan penjagaan, dan teknologi lainnya.
Kepala Departemen Perbatasan dan Petisi di Kementerian Pertahanan Israel, Eran Ophir, mengatakan bahwa “pekerjaan yang kami mulai pagi ini akan berlangsung selama sekitar satu tahun, dan tembok itu akan menutup rapat dan akan mencegah masuk ke wilayah Israel.”
April lalu, kabinet menyetujui rencana Menteri Pertahanan, Benny Gantz, untuk menutup bukaan di pembatas antara Tepi Barat dan daerah pedalaman. Setelah itu mereka membangun tembok apartheid baru dengan biaya 360 juta shekel.
Pada tahun 2002, penjajah membangun tembok apartheid yang membentang di sepanjang Jalur Hijau dengan Tepi Barat. Tembok tersebut merupakan garis khayal yang memisahkan wilayah Palestina pada tahun 1948 dari wilayah pendudukan pada tahun 1967.
Sumber:
https://www.palinfo.com/308499
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








