Muhammad bukanlah anak nakal atau orang gila, melainkan seorang siswa autis yang memiliki dunia sendiri di kepalanya. Tapi, sekolah Israel memperlakukannya seperti orang gila, ia bahkan mendapat pukulan, pengusiran dan serangan secara brutal. Orang tua Muhammad menemukan bahwa anaknya mendapat perlakuan rasis di sebuah sekolah Israel di Lod. Sekolah tersebut khusus bagi penyandang autisme. Anak autis adalah orang dengan gangguan neurologis yang pola perilakunya berbeda. Mereka menderita kesulitan dalam berkomunikasi, mengekspresikan dirinya, dan bersosialisasi dengan orang lain.
Awalnya Muhammad bersekolah di sana dan semuanya berjalan seperti pada umumnya. Namun, tidak berlangsung lama, orang tua Muhammad menyadari telah terjadi hal yang buruk. Ayahnya mengatakan, “Kami melihat Muhammad menangis berlebihan, kondisi psikologisnya memburuk, dan kesehatan fisiknya juga menurun.” Sang ayah menghubungi sekolah beberapa kali, mengeluh tentang situasi putranya yang memburuk. Namun, pihak sekolah mengatakan bahwa itu adalah situasi normal.
Dia melanjutkan, “Di sekolah, mereka membawa Muhammad keluar dari kelas. Dia berjam-jam menangis sendirian di koridor, tanpa belas kasih sedikit pun. Anak saya diserang oleh siswa dan guru di sekolah. Mereka membawanya keluar halaman sekolah dan menyerangnya berulang kali.” Orang tua Muhammad juga sudah melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi setempat. Tapi polisi tidak memerhatikannya, “sepertinya mereka tahu bahwa saya adalah orang Arab” ucap sang Ayah. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa ia akan terus menuntut dan meninjau kasus ini.
Sumber :
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








