Untuk kedua kalinya, pada Selasa (7/6) administrasi penjara Israel (Israel Prison Service) menolak operasi untuk tawanan perempuan Israa Jaabis (38 tahun).
Israa mengajukan permintaan operasi kedua kepada administrasi penjara setelah permintaan pertamanya untuk menjalani operasi hidung Israel tolak. Padahal operasi bertujuan untuk membantunya agar bisa bernapas melalui hidung, sebab selama ini Israa hanya bisa bernapas melalui mulut akibat luka bakar yang ia derita.
Pasukan Zionis Israel menangkap Israa pada 11 Oktober 2015. Saat itu ia sedang membawa tabung gas ke tempat tinggal barunya di Jabal Al-Mukaber di Al-Quds, namun mendadak airbag mobilnya terbuka dan menyebabkan gas yang ia bawa meledak. Pasukan Zionis kemudian menembaki kendaraannya di dekat pos pemeriksaan militer dan menuduhnya telah mencoba melakukan operasi penyerangan.
Ledakan tersebut menyebabkan 60% luka bakar parah di tubuhnya. Dia juga kehilangan jari-jarinya dan menderita cacat pada wajah dan punggungnya. Israel kemudian menjatuhkan hukuman 11 tahun penjara kepadanya.
Israa merupakan ibu dari seorang anak berusia sebelas tahun yang bernama Mutasem Jaabis. Israel melarang Israa untuk bertemu dengan putranya karena ia tidak memiliki kartu identitas Al-Quds yang menjadi syarat untuk mengunjungi tawanan di Penjara Hasharon.
Israa adalah satu dari 32 perempuan yang berada di penjara Israel saat ini. Berdasarkan laporan, terdapat lebih dari 4.500 warga Palestina yang tertahan di penjara-penjara Israel, termasuk 32 perempuan dan 160 anak-anak.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







