Tarian, ritual Talmud, dan pengibaran bendera Zionis Israel mewarnai “Pawai Bendera” pada 29 Mei. Pawai tersebut berlangsung di Al-Aqsa oleh pemukim dengan perlindungan pasukan penjajah. Para pemukim juga menyerang dan memukul para penjaga Masjid al-Aqsa, jemaah, staf medis, dan jurnalis yang kemudian beberapa dari mereka Israel bawa ke pusat interogasi Al-Qisla.
Jurnalis Ahmed Safadi yang sedang mendokumentasikan penodaan dan serangan yang terjadi di Masjid al-Aqsa menjadi salah satu korban dari kebrutalan penjajahan. Pasukan Zionis memukuli, menyeret, dan mencabik-cabik pakaiannya, kemudian memindahkannya ke kantor polisi Beit Eliyahu. Di sana, mereka masih menyerangnya sebelum membawanya ke ke pusat interogasi Al-Qisla.
Dalam wawancaranya dengan Al-Qastal, dia menjelaskan bahwa dia dibawa ke Rumah Sakit Hadassah dengan ambulans, sebagai akibat dari pemukulan yang kejam dan brutal yang dia alami selama penangkapannya.
Jurnalis Safadi telah mendokumentasikan peristiwa hari itu sejak pukul 07.30 pagi di Masjid Al-Aqsa, khususnya di dekat Bab Al-Silsilah, ketika para penjajah mengibarkan bendera Zionis dalam upaya untuk memprovokasi jamaah.
Sumber:
http://alqastal.info/post/20703
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








