Pada 4 Mei 2022, Pengadilan Tinggi Israel menolak petisi yang diajukan oleh warga dari 12 komunitas perumahan Palestina di Masafer Yatta, selatan Kota Hebron, Tepi Barat selatan, terhadap pembongkaran komunitas mereka dan pengusiran mereka dari rumah mereka setelah menyatakan daerah itu sebagai “zona tembak 918”.
“Saya kesakitan karena kami harus menanggung beban otoritas pendudukan Israel dan para pemukim,” kata Mohammad Najajrah (44) dari Desa al-Markaz, salah satu dari 12 komunitas di Masafer Yatta yang terancam pembongkaran dan pengusiran penduduknya. “Kami diancam oleh pengadilan ketidakadilan Israel dengan pemindahan paksa. Kami dan anak-anak kami akan dibiarkan tanpa tempat berteduh.”
Najajrah, yang bekerja di bidang peternakan dan menghidupi 16 orang, menambahkan, “Kami tidak akan pernah meninggalkan desa dan komunitas kami yang kami warisi dari ayah dan kakek kami. Mereka yang mengklaim bahwa desa dan komunitas kami adalah zona tembak yang seharusnya kosong dari orang-orang adalah rekayasa dan kebohongan. Kami akan tinggal di tenda, gua, dan rumah kami. Kami tidak akan pernah meninggalkan tanah kami, tidak peduli apa yang akan dilakukan penjajah dan pemukim dan berapa pun biayanya.”
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/129256
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








