Senin (15/5), Commission of Detainees Affairs melaporkan melalui pengacaranya, Hanan Al-Khatib, rincian penangkapan tahanan Yasmin Shaaban (39 tahun) dari Desa Rummana, distrik Jenin, yang saat ini ditawan di Pusat Penahanan Damon. Dia sangat menderita, baik selama proses membawanya dari rumah, maupun selama interogasi di penjara pendudukan.
Shaban mengatakan kepada komisi tersebut bahwa dia ditangkap setelah rumahnya digerebek secara brutalpada sekitar pukul 02.30 malam. Mereka mendobrak pintu rumah, menggeledah rumah, merusak isinya, menyita semua perangkat seluler, membuat keempat putranya ketakutan, kemudian memborgol Shaaban dan menutup matanya. Ia dibawa ke pos pemeriksaan Al-Jalamah, lalu ke pusat penahanan di Salem, dan dibawa kembali ke pusat investigasi di Al-Jalamah.
Shaban ditahan di pusat investigasi Al-Jalamah selama sekitar 34 hari. Ia dilarang bertemu pengacara selama 13 hari, dan selama interogasi tangan dan kakinya diikat di kursi yang menyebabkan sakit di punggung, leher, dan bahu, serta melarangnya untuk mandi selama 6 hari. Tawanan itu menunjukkan bahwa sel tempat dia ditahan selama interogasi tidak cocok untuk kehidupan manusia karena sangat sempit, berada di bawah tanah, terbuat dari beton, dengan kamar mandi tanpa air yang berbau tidak sedap, cahaya kuning samar dan mengganggu pandangan, dinding kasar dan menonjol, sulit untuk bersandar, udara dingin, dan kualitas makanan sangat buruk hingga tidak bisa dimakan.
Hari-hari tersulit dalam hidup Shaban adalah tiga hari interogasi dengan detektor kebohongan, mereka mengancam jika ia menolak. Jika ia memejamkan atau mengedipkan mata, mereka mengulangi pertanyaan itu lagi, dan pertanyaan yang mereka ajukan adalah pertanyaan yang sangat pribadi selain pertanyaan tentang kasus yang memberikannya rasa tertekan. Shaban, merupakan mantan tawanan yang telah menghabiskan lima tahun di penjara pendudukan. Ia dibebaskan pada 2019.
Sumber:
https://hadfnews.ps/post/99943/الأسيرة–ياسمين–شعبان–زنازينهم–لا–تصلح–للعيش–الآدمي
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








