Kesedihan dan rasa sakit bercampur dalam benak Suzi Ashkantana (8), gadis Palestina dari Kota Gaza, meskipun telah berlalu satu tahun sejak wafatnya sang ibu dan semua saudaranya dalam agresi Israel di Jalur Gaza. Agresi tersebut meninggalkan banyak trauma dalam jiwa gadis kecil itu dan anak-anak Gaza pada umumnya.
Anak perempuan itu bersama dengan ayahnya, berbagi kenangan tentang keluarganya. Sebagian besar anggotanya menjadi syuhada dalam satu saat, ketika pesawat tempur Israel menargetkan gedung apartemen tempat mereka tinggal di sebuah rumah sewaan. Kisah keluarga Ashkantana terulang kembali sepekan setelahnya (16 Mei 2021). Pesawat tempur Israel menargetkan Jalan Al-Wahda, lingkungan Rima sebelah barat Kota Gaza, menghancurkan puluhan apartemen tanpa memberikan peringatan sebelumnya kepada warga sipil untuk mengambil tindakan pencegahan. Akibatnya, bangunan tempat tinggalnya hancur dan memakan korban lebih dari 42 syuhada, yang sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
Beberapa hari yang lalu, Idul Fitri datang untuk kedua kalinya bagi Suzy kecil, tanpa kehadiran ibunya, dua saudara perempuannya, Dana dan Lana, serta dua saudara laki-lakinya Yahya dan Zain. Hal yang sama juga dialami sang ayah, Riyad. Kesedihan masih tergurat di wajah mereka. Kerinduan masih membakar hati anak Gaza tersebut, seperti yang dikatakannya berulang-ulang bahwa dia merindukan ibunya, tidak berhenti menyebut dan melihatnya dalam mimpi. Hingga kini, ia masih takut untuk menyebutkan detail dari apa yang terjadi pada malam pembantaian itu. Riyad mencoba untuk menggambarkan adegan pada saat itu dengan mengatakan bahwa “puing-puing dan kehancuran ada di mana-mana” sementara matanya tidak berpaling dari foto-foto anggota keluarganya yang dihabisi oleh rudal Israel.
Riyad tidak menyembunyikan bahwa dia menderita sejumlah luka di sekujur tubuhnya akibat pengeboman dan dia terkurung di lubang beton sekitar lima jam dengan kakinya menempel di tiang beton dan tangannya di tiang lain. Adapun putrinya, Suzy yang ditahannya selama sekitar sepuluh jam, keluar dengan memar di sekujur tubuhnya, yang juga tertutup kotoran dan debu saat diselamatkan.
Sumber:
https://www.alaraby.co.uk/society/قصة–طفلة–فلسطينية–استشهدت–أسرتها–بحرب–غزة–اشتقت–لأمي–وأراها–بأحلامي
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







