Hussein Obeid (17 tahun), dari kota Al-Isawiya di Al-Quds, menjadi sasaran pemukulan tentara pendudukan selama penangkapan dan interogasinya. The Commission of Detainees Affairs mengutip pernyataan Hussein yang mengatakan, “Pada 22 April, sekitar pukul 4 pagi, tentara pendudukan menyerbu rumah kakek saya dengan cara biadab dan menakutkan. Mereka menggeledah rumah kakek saya.”
“Mereka tidak memandang usia dan ketakutan kakek dan nenek saya. Tangan saya diikat ke belakang dengan borgol besi dan mereka menutup mata saya di depan keluarga saya, lalu mereka menendang dan memukul kepala saya, wajah, dan seluruh tubuh. Wajah saya membengkak akibat pemukulan hebat yang saya alami, dan tubuh saya mulai berdarah,” tambahnya.
“Setelah itu, saya dipindahkan ke pusat penahanan Al-Maskobiya dan digeledah tanpa busana. Mereka menghinakan dan merendahkan saya, serta menjadikan saya sebagai sasaran interogasi yang keras. Saya diinterogasi sekitar 13 jam berturut-turut selama dua hari, dan saya tidak tahu siang dan malam. Saya diancam dengan penangkapan kakek dan adik saya. Saya dikurung untuk waktu yang lama di sel, semua itu bertujuan menekan saya untuk mengakui hal-hal yang tidak saya lakukan,” terang Hussein.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







