Mahkamah Agung Israel (24/4) menolak banding untuk membuka kembali penyelidikan atas pembunuhan empat anak Palestina oleh serangan udara Israel saat mereka bermain di pantai di Jalur Gaza. Serangan itu terjadi selama serangan militer Israel pada 2014 di wilayah yang terkepung itu. Keputusan tersebut telah dikecam oleh keluarga anak-anak dan pengacara, yang mengatakan bahwa hal itu merupakan indikasi lain bahwa negara pendudukan tidak mampu dan tidak mau menuntut tentara Israel atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Dalam putusannya, pengadilan menguatkan keputusan sebelumnya oleh penyelidik militer Israel dan otoritas hukum yang menetapkan bahwa pembunuhan anak-anak dari keluarga Bakr – semuanya berusia antara 10 dan 11 tahun – ketika mereka bermain sepak bola di pantai adalah kesalahan yang tragis. Penyelidikan oleh militer Israel membebaskan tentara yang bertanggung jawab, dan mengklaim bahwa tempat anak-anak itu bermain “telah lama dikenal sebagai kompleks milik Polisi Angkatan Laut dan Angkatan Laut Hamas (termasuk komando angkatan laut), dan yang digunakan secara eksklusif oleh militan.”
Klaim ini telah lama dibantah oleh keluarga dan jurnalis yang menyaksikan pembunuhan tersebut. Gubuk di sekitar tempat anak-anak bermain itu terlihat jelas dari hotel-hotel terdekat tempat para wartawan internasional menginap. Mereka semua melaporkan bahwa mereka tidak melihat militan di daerah itu pada saat serangan. Mereka juga menegaskan bahwa daerah itu mudah diakses oleh nelayan dan warga Palestina lokal yang mengunjungi pantai untuk berenang dan bersantai.
Pada Agustus 2018, terungkap oleh Intercept bahwa laporan rahasia polisi militer Israel mengatakan serangan pada hari itu dilakukan tanpa izin. Pembunuhan anak-anak Bakr adalah bukti bahwa Israel menargetkan warga sipil dan daerah sipil tanpa pandang bulu dalam berbagai serangan udara yang dilakukan di Jalur Gaza pada 2014. Dari 2.250 warga Palestina yang tewas selama pengeboman Israel, 500 di antaranya adalah anak-anak, dan lebih dari 11.000 orang terluka.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







