Setiap tahun, orang-orang Palestina menandai tanggal 30 Maret sebagai “Land Day” atau “Hari Tanah”. Ini bermula pada 1976, ketika pasukan Israel membunuh enam warga Palestina dan melukai 49 lainnya ketika sedang melakukan protes atas pengambilalihan lahan oleh Pemerintah Israel. Pemerintah Israel saat itu dilaporkan mengambil alih lahan Palestina seluas 21.000 dunam di wilayah Galilea yang memicu kemarahan dari penduduk Palestina. Sejak saat itu, 30 Maret ditetapkan sebagai “Hari Tanah” untuk mengingat syuhada yang wafat saat mempertahankan tanah mereka.
Pada 2008, penduduk Palestina menggunakan momen “Hari Tanah” untuk melaksanakan protes yang dikenal dengan “The Great March of Return” atau “Pawai Kepulangan Akbar”. Pawai ini adalah aksi damai yang diikuti oleh perempuan, pemuda, anak-anak, bahkan lansia. Tidak ada ancaman dan kekerasan yang mereka maksudkan, tetapi pasukan Israel tetap mencari-cari alasan untuk menyerang. Sebanyak 17 jiwa dibunuh dan lebih dari 1.400 peserta aksi mengalami luka-luka dalam peristiwa ini. Jiwa mereka seakan menjadi bayaran atas usaha membebaskan tanah mereka yang dicuri.
Tahun ini, “Hari Tanah” datang bersama kekhawatiran akibat terjadinya tiga serangan dalam sepekan sebelumnya yang menewaskan 11 warga Israel. “Hari Tanah” tahun ini juga hadir hanya beberapa hari menjelang bulan suci Ramadan, sehingga kekhawatiran akan adanya serangan terus menghantui para penduduk Palestina.
Beberapa hari sebelum “Hari Tanah”, pasukan Israel dan pemukim ilegal juga mengambil alih Hotel Petra yang bersejarah. Hotel ini terletak di sebelah timur Kota Tua Al-Quds yang diduduki oleh Israel pada 1967. Hotel ini telah menjadi situs yang diperebutkan secara hukum selama 18 tahun antara Patriarkat Ortodoks Yunani dan kelompok pemukim Yahudi Ateret Cohanim. Bangunan ini sangat diminati karena posisinya yang strategis di Kota tua Al-Quds. Demi merebut situs ini, pasukan Israel menangkap tiga warga Palestina dan mencegah pengacara dan warga untuk memasuki gedung.

Hotel Petra yang direbut secara paksa oleh Israel menjelang “Hari Tanah”
Sumber : https://www.middleeasteye.net/news/israel-jerusalem-settlers-police-seize-historic-hotel-old-city
Akan tetapi, di balik kekhawatiran tersebut, penduduk Palestina tetap tidak melewatkan momen ini untuk terus memperjuangkan pembebasan tanah mereka. “Hari Tanah” tahun ini diperingati dengan sejumlah acara. Karangan bunga diletakkan di makam para syahid yang gugur pada 1976 untuk mengingat pengorbanan mereka yang tidak kenal rasa takut. Sementara itu, di Sakhnin, Arraba, dan Deir Hanna para penduduk mengadakan pawai dan festival.
Di Gaza, “Hari Tanah” diperingati dengan demonstrasi. Warga Gaza berkumpul di pelabuhan, membawa spanduk dan meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan hak mereka untuk kembali ke tanah mereka, tanah Palestina. Aksi demonstrasi ini diikuti oleh berbagai kalangan, tak terkecuali para perempuan.
Umm Musab Abdel-Al, seorang ibu berusia 45 tahun, mengatakan bahwa dia bergabung dalam demosntrasi damai tersebut bersama tujuh orang anaknya dengan tujuan untuk memperkuat ikatan mereka dengan Palestina. “Tanah ini (Palestina) adalah tanah kami dan kami akan mempertahankannya sampai tetes darah terakhir kami!” kata Abdel-Al. Ia adalah salah satu dari banyaknya perempuan Palestina yang memiliki semangat yang serupa dalam mengikuti aksi tersebut.

Umm Musab Abdel-Al, seorang ibu dari Gaza yang mengikuti aksi bersama 7 anaknya
Sumber : https://www.aljazeera.com/news/2022/3/30/palestinians-in-gaza-mark-land-day
Warga Gaza juga mengadakan bazar untuk memperingati “Hari Tanah” tahun ini. Bazar tersebut mencakup sekitar 55 warisan dan karya seni, termasuk kerajinan tradisional, hidangan populer, berbagai lukisan artistik, tatreez (bordir khas Palestina), dan pameran warisan budaya Palestina lainnya. Bazar tersebut juga menampilkan tarian khas Palestina yaitu dabkeh, cerita rakyat, serta membagikan makanan khas Palestina kepada para pengunjung.
Bazar ini diresmikan langsung oleh Walikota Gaza dalam rangka memperingati 46 tahun “Hari Tanah”. Bazar diselenggarakan oleh Desa Seni dan Kerajinan di Pusat Kebudayaan Rashad Al-Shawa dan berlangsung sejak Selasa hingga Kamis, 29—31 Maret, mulai pukul 10 pagi hingga pukul 7 malam. Walikota menekankan bahwa: “Pembukaan bazar Hari Tanah mewujudkan warisan kita dan hak-hak nasional kita serta menghidupkan kembali acara nasional yang dirindukan rakyat Palestina. Ini menegaskan keinginan Kota Gaza untuk menghidupkan kembali acara-acara nasional yang menunjukkan warisan budaya rakyat Palestina.”

Bazar di Gaza dalam peringatan “Hari Tanah”
Sumber : https://safa.ps/post/324930/بلدية–غزة–تفتتح–بازارا–تراثيا–إحياء–للذكرى-46-ليوم–الأرض
“Hari Tanah” yang kita lihat mungkin hanya diperingati setiap 30 Maret, tetapi, bagi penduduk Palestina, setiap hari adalah “Hari Tanah” karena perjuangan mereka tidak pernah berhenti dalam mempertahankan tanah mereka dari jarahan penjajah Israel. Sepanjang 2021, Israel telah menghancurkan sebanyak 911 bangunan milik penduduk Palestina dan jika dijumlahkan sejak 2009 hingga 2002, sebanyak 8.364 bangunan milik penduduk Palestina telah dihancurkan, mengusir paksa 12.380 penduduk yang memiliki tanah tersebut[1].
Hingga detik ini, penduduk Palestina masih berjuang keras agar tidak semakin banyak tanah mereka yang diambil alih oleh Israel. Mereka “membayar” tanah mereka sendiri dengan mengorbankan harta, tenaga, bahkan nyawa. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kita membersamai mereka, melindungi Tanah Suci, Bumi para Nabi, Palestina, sebab Palestina bukanlah tanah yang bisa dirampas. Palestina adalah milik kita semua, dan perjuangan tidak akan pernah berhenti hingga tanahnya merdeka seutuhnya.
Salsabila Safitri, S.Hum.
Penulis merupakan Staf Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana jurusan Sastra Arab, FIB UI.
[1] https://www.ochaopt.org/data/demolition
Sumber :
https://www.aljazeera.com/news/2022/3/30/palestinians-in-gaza-mark-land-day
https://www.aljazeera.com/news/2019/3/30/gazas-great-march-of-return-protests-explained
https://www.middleeasteye.net/news/palestine-israel-land-day-protests-killing
https://www.middleeasteye.net/news/israel-jerusalem-settlers-police-seize-historic-hotel-old-city
https://www.#/20220330-land-day/
https://www.#/20220330-the-palestinian-flag-flies-across-latin-america-to-mark-land-day/
https://www.jpost.com/israel-news/article-702689
https://www.paljourneys.org/en/timeline/highlight/14509/land-day-1976
https://www.alhaq.org/advocacy/18120.html
https://english.alaraby.co.uk/news/palestinians-rally-israel-mark-land-day
https://www.arabnews.com/node/2053896/middle-east
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








