Persiapan besar sedang dilakukan Kuwait, Yordania, dan Palestina untuk menyelenggarakan Konferensi Hukum Internasional Al-Quds di Kuwait antara 17—20 Mei mendatang. Koordinator Umum Konferensi dan Koordinator Umum Kampanye Internasional untuk Mempertahankan Al-Quds, Jawdat Manna, mengatakan bahwa kedua koordinator tersebut bekerja sama serta memperluas kontak dan persiapan mereka untuk mengadakan konferensi dengan judul “Pelanggaran Rezim Apartheid dan Pendudukan Zionis di Al-Quds yang Diduduki”
Program konferensi mencakup tiga tema utama: pertama mencakup seperangkat program kerja yang fokus pada pelanggaran rezim apartheid dan pendudukan hukum humaniter internasional, hak-hak warga Palestina di bidang kehidupan sehari-hari mereka, keamanan mereka di rumah-rumah mereka, kebebasan beribadah, serangan terhadap tempat-tempat suci Islam dan Kristen, eksekusi lapangan, kondisi tawanan lelaki dan perempuan, pendidikan, budaya dan kebebasan bergerak di lingkungan kota Al-Quds.
Kedua, memuat program kerja yang menjelaskan hubungan antara pelanggaran rasis, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Ketiga, dokumen kepemilikan akan diserahkan kepada sejumlah warga Al-Quds di Sheikh Jarrah, kota Silwan, dan wilayah lain yang terancam penggusuran dari rumah mereka, sebagai awal untuk menghancurkan pendudukan yang mengklaim sebelumnya bahwa mereka memiliki dokumen kepemilikan yang ternyata palsu dan dibuat-buat.
Manna mengatakan bahwa konferensi tersebut mengundang lembaga hak asasi manusia internasional dan Arab, perwakilan PBB di kawasan Arab, seperti UNESCO, UNICEF dan Humanitarian Coordinator, selain perwakilan dari Vatikan. Adapun perwakilan dari negara terkemuka Yordania, Palestina, Lebanon, Kuwait, Turki, Bosnia, Jerman, Inggris, Afrika Selatan, Malaysia, Austria, Belanda, Amerika Serikat dan lain-lain. Koordinator konferensi menyatakan bahwa akan terdapat pameran foto di kota Al-Quds oleh fotografer Jerman Cornelia Sohan pada sela-sela konferensi, dan lokakarya khusus untuk membahas cara-cara hukum untuk mengungkap pelanggaran terhadap tahanan Palestina.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








