Sebuah penelitian yang dilakukan oleh kelompok meduis di ‘Israel’ menyatakan bahwa lebih dari 96% tawanan yang dibawa ke rumah sakit dalam dua tahun terakhir, tetap diborgol atau diikat ke tempat tidur mereka, meskipun dari segi kesehatan mereka tidak mampu untuk melarikan diri atau melakukan tindakan kekerasan. Salah satu contoh kasus adalah seorang tawanan Palestina berusia 19 tahun yang menderita kanker dan telah menyebar di tubuhnya, juga mengalami sakit parah di tulang.
Menurut data penelitian, di antara 1.857 tawanan yang dirawat di rumah sakit, 1.794 dibelenggu selama perawatan mereka. Penelitian dilakukan di 12 rumah sakit di ‘Israel’ serta berdasarkan catatan staf medis dan penjaga rumah sakit. Dalam surat kabar berbahasa Ibrani, Haaretz, penelitian tersebut ditandatangani oleh 20 dokter, yang sebagian besar bekerja di 11 rumah sakit dan empat universitas. Penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa hukum Israel tidak secara jelas membahas masalah borgol selama perawatan medis. Hal ini bertentangan dengan undang-undang yang menyatakan bahwa “Seorang tawanan tidak boleh diborgol di tempat umum, kecuali jika polisi pendudukan yakin bahwa tawanan dapat melarikan diri dan menyebabkan kerusakan pada tubuh, harta benda, atau merusak barang bukti.”
Dalam kebanyakan kasus, tawanan diikat ke tempat tidur secara menyilang, di mana mereka dibelenggu kaki kanan dan tangan kiri atau dan sebaliknya. Adapun selain borgol, tentara Israel membawa tawanan ke rumah sakit dengan menutup mata mereka dan menjaga mereka dalam kondisi ini di dalam rumah sakit. Penelitian tersebut juga menegaskan bahwa borgol tidak hanya mempengaruhi psikologis, tetapi juga mempersulit perawatan medis. Dokter menekankan bahwa borgol menyebabkan gangguan kesehatan, menghambat pemulihan, dan tidak memungkinkan gerakan atau bahkan membalik di tempat tidur.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








