Tanggal 5 April 2022 merupakan peringatan ke-27 Hari Anak Palestina. Peringatan ini digelar pertama kainya pada 1995 untuk mengingat bahwa terdapat lebih dari dua juta anak yang tinggal di tengah masyarakat Palestina. Pada Konferensi Anak Palestina pertama, mendiang Presiden Yasser Arafat menyatakan komitmennya terhadap Konvensi Internasional tentang Hak Anak dan menyatakan tanggal tersebut sebagai hari untuk anak Palestina, sementara pengesahan resmi Palestina atas Konvensi Internasional tentang Hak Anak dilakukan pada 2 April 2014. Sejak itu, rakyat Palestina telah memperingati hari ini setiap tahunnya dengan partisipasi LSM dan organisasi internasional yang peduli dengan masa kanak-kanak di Palestina.
Hari Anak Palestina pada tahun ini diperingati dengan menyelenggarakan berbagai acara dan kegiatan rekreasi, budaya, pendidikan, olahraga, dan pameran media untuk mengadvokasi anak-anak Palestina yang masih menderita atas hilangnya masa kanak-kanak mereka yang direnggut terus-menerus oleh Pendudukan. Israel mengabaikan semua konvensi dan norma internasional karena menargetkan anak-anak Palestina dengan pembunuhan, penangkapan, dan perampasan hak-hak paling dasar. Organisasi hak asasi manusia untuk pembelaan anak-anak di Palestina telah mendokumentasikan wafatnya sekitar 2.200 anak di tangan tentara pendudukan Israel sejak 2000.
Dihitung mundur sejak 1967, otoritas pendudukan telah menangkap puluhan ribu anak-anak Palestina. Saat periode intifada, lebih dari 10.000 anak ditangkap, dengan rata-rata 700 penangkapan setiap tahunnya. Sementara itu, dari 2015 hingga akhir Maret 2022, Palestinian Prisoners Club mengatakan bahwa otoritas pendudukan Israel telah menangkap lebih dari 9.000 anak-anak Palestina. Hingga pada kesempatan Hari Anak Palestina saat ini, terdapat sekitar 160 anak di bawah umur yang berada di penjara Ofer, Damon, dan Megiddo. Adapun Asra Media Office melaporkan bahwa ada 110 anak yang dihukum di penjara pendudukan, 60 lainnya sedang menunggu persidangan, dan 3 anak dikenai penahanan administratif.
Data the Palestinian Wounded Foundation menunjukkan bahwa jumlah korban dalam intifada pertama selama periode 1987—1993 melebihi 70.000, sebagian besar adalah anak-anak dan Sekitar 40% dari mereka memiliki cacat permanen. Sejak 29 September 2000 hingga akhir Desember 2007, jumlah korban terluka menurut Badan Pusat Statistik Palestina, mencapai 31.873 korban, sementara sejak 2008 hingga akhir 2021, berdasarkan data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan pusat hak asasi manusia di Wilayah Pendudukan Palestina, terdapat sekitar 29.000 korban, termasuk anak-anak.
Sumber :
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







