Dua puluh tahun lalu, tepatnya pada 4 April 2002, Muhannad Wishahi (12) tidur sambil memegang tangan ibunya yang wafat. Sepanjang siang dan malam, sang ibu, Maryam Wishahi (53), mengerang kesakitan dan tidak bergerak akibat pecahan peluru Israel yang menghantam kepalanya pada 3 April 2002 pukul setengah enam pagi. Selang dua hari, putranya, Munir, juga terluka akibat peluru dan wafat menyusul sang ibu.
Muhannad bercerita bahwa rumahnya dekat dengan kamp dan pada tiga hari pertama invasi, ibunya menyiapkan roti, manakish (roti pita dengan keju dan thyme), teh, dan kopi untuk dibagikan kepada para pejuang.
Pada suatu ketika, Muhannad dengan ibunya sedang mengamati pergerakan tentara dari jendela, tetapi tidak melihat apa-apa kemudian Muhannad kembali ke adonannya. Namun ketika ia menuju ke koridor rumah, terdengar ledakan kuat yang mengguncang rumah dan terlihat asap tebal selama beberapa menit. Dari sana ia mulai memanggil ibunya, tetapi tidak ada jawaban.
Muhannad kembali ke kamar ibunya, menemukannya terbaring dan kepalanya berdarah di atas adonan. Muhannad dan ayahnya segera mengambil kain kasa dan yodium untuk mencoba menghentikan pendarahan. Ayahnya berhasil memanggil ambulans, tetapi tentara pendudukan menembakinya setiap kali mendekati rumah mereka.
Muhannad tidur di dekat ibunya malam itu dan ketika terbangun keesokan harinya, ia menemukan ayahnya telah menutupi wajah sang ibu dengan saputangan putihnya. “Mengapa ibu?” tanya Muhannad, tetapi sang ayang tidak menjawab. Ia meminta Muhannad untuk menjauhi ibunya karena sedang tidur dan butuh istirahat.
Tidak lama kemudian, tentara meminta anak yang berusia di bawah 15 tahun dan perempuan untuk meninggalkan rumah dan dipindahkan ke Bulan Sabit Merah, sedangkan laki-laki dibawa ke Kamp Pendudukan Salem.
Sumber :
https://www.wafa.ps/Pages/Details/44491
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








